Covid Versus Ekonomi Banten

0
40 views

Penulis: Asmal Nutohir*

Pandemi sudah masuk Indonesia sejak dari bulan Maret lalu, memberi dampak buruk yang sangat signifikan terhadap kesehatan,ekonomi,bahkan pendidikan. Bahkan provinsi Banten tercatat sudah ada 7.593 kasus penularan COVID-19,bahkan mungkin kasus bisa bertambah seiring berjalannya waktu. Sudah banyak pihak yang dirugikan virus yang berasal dari negeri tirai bambu ini.

Faktor utama yang berpengaruh disaat pandemi ini adalah merosotnya roda ekonomi di Banten dan akan menimbulkan pengaruh pula terhadap angka kemiskinan yang kemungkinan akan merangsek naik dikarenakan banyak orang yang menganggur karena tempat ia bekerja gulung tikar. Bangkrutnya perusahaan itu dikarenakan beberapa faktor yaitu penerapan PSBB,sulitnya mencari bahan baku,dan anjloknya permintaan akibat daya beli masyarakat menurun. Menurut data statistik, tercatat bahwa Banten dari segi produksi, kemerosotan itu didorong  oleh hampir semua perusahaan, dengan kemerosotan terendah dicapai perusahaan transportasi dan pergudangan di angka minus 47,00 persen.

Kemerosotan yang terjun bebas dipegang oleh Total Net Ekspor yang menyentuh angka 49,12 persen. Kemerosotan negatif tersebut adalah dampak  dari pandemi COVID-19 yang menghantui perekonomian Banten. Lapangan usaha lain yang mengalami kemerosotan ekonomi adalah perusahaan listrik dan gas menyentuh minus 18,45 persen dan kemudian Jasa Lainnya sampai menyentuh minus 11,76 persen. Namun pada saat yang sama, beberapa lapangan perusahaan mengalami kenaikan yang positif yang terjadi pada lapangan usaha Telekomunikasi sebesar 9,74 persen; diikuti perusahaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 5,80 persen; hasil tani,kebun,dan juga laut juga mengalami kenaikan 3,92 persen; jasa kesehatan dan kegiatan sosial menyentuh 3,43 persen

Pemerintah Banten dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mensosialisasikan manfaat dari rancangan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) karena pandemi COVID-19. Rancangan ini diatur oleh UU Nomor 2 tahun 2020 yang menjelaskan tentang kebijakan dan stabilitas keuangan untuk penanganan di masa pandemik. Dan akhirnya Gubernur Banten telah resmi menandatangani kesepakatan peminjaman modal kepada PT. Sarana Multi Infrakstruktur. Pinjaman dana senilai Rp 851,7 miliar ini termasuk pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi COVID-19.

Banten saat ini mengalami nasib yang malang. Salah satunya adalah kas daerah yang tidak bisa dicairkan sebesar Rp.1,9 Triliun yang tersimpan di Bank Banten.  Padahal, sebelum pandemi COVID-19 menyerang,ekonomi Banten sedang diatas daun. Direktur Utama PT SMI Persero Edwin Syahruzad menyambut baik penandatanganan ini. Pinjaman ini memiliki tempo 8 tahun dan masa tenggang selama 24 bulan. Kerja sama kedua belah pihak ini sebagai upaya Pemprov Banten dan diharapkan bisa untuk memulihkan ekonomi dan mencapai target Rencana Kerja Pembangunan Daeran (RKPD) Perubahan 2020. Pinjaman akan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan pemulihan ekonomi termasuk mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan sampai infrastruktur. Sesuai tema di RKPD 2020 memang disusun untuk pemulihan ekonomi dan sosial. Namun apakah hasilnya sesuai harapan untuk penghidupan ekonomi nasional? Nyatanya tidak, Pemprov Banten hanya fokus pada satu titik pembangunan saja yaitu infrastruktur sport center yang nilainya mencapai Rp.430 Miliar.

Pemprov juga meminta kepada seluruh bupati agar mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk menekan angka penyebaran virus COVID-19 ditingkat desa. Permintaan tersebut terlampir dalam surat edaran Gubernur Banten Nomor 440/876-BPPMD/2020 tanggal 15 April. Dalam surat edaran itu Gubernur meminta kepada Bupati agar menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk diberikan kepada kelompok masyarakat terdampak COVID-19. Kelompok masyarakat itu adalah balita, warga yang tengah sakit, dan warga yang rentan sakit.

Pemprov Banten melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten juga akan menekan angka pengangguran dengan memberikan bantuan modal bagi Koperasi dan Pelaku UKM yang besumber dari Dana Tidak Terduga dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Selain memberikan bantuan, para peserta dilatih untuk mengelola dan memanfaatan teknologi informasi, serta memfasilitasi Non Perfoming Loan (kredit bermasalah) yang bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) terkait rescheduling.

Terlepas dari itu semua, berdasarkan proyeksi Kementrian Keuangan,dampak dari COVID-19 terhadap perekonomian dunia akan mengalami kontraksi. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dalam kondisi minus 5 persen. Dan yang masih bisa dibanggakan  bahwa perekonomian Provinsi Banten diproyeksikan akan berangsur-angsur positif. Dilaporkan bahwa pasar kini sudah mulai ramai. Omzet pedagang yang tadinya sempat turun hingga 50 persen, kini sudah naik lagi hingga 95 persen. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan III pada tahun ini pun diperkirakan juga akan tumbuh positif dibandingkan triwulan II tahun ini, hal ini didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan membaiknya kinerja ekspor-impor terutama antar daerah.

Dari hasil yang kita lihat, usaha Pemprov Banten untuk memulihkan kembali ekonomi bisa dibilang sukses,walaupun ada penyelewengan dana Pemulihan Ekonomi Nasional yang malah digunakan untuk pembangunan sport center,tetapi tidak lupa juga kita melihat fakta bahwa ekonomi pada triwulan III meningkat daripada trwiulan II,dan juga memiliki cara tersendiri untuk menekan angka pengangguran dengan bantuan modal UMKM.

Asmal Nutohir, merupakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

*Penulis merupakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Riwayat Hidup Penulis

Asmal Nutohir, lahir di Bekasi,Jawa Barat pada 04 September 2001. Belajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Program Studi Ilmu Komunikasi.

Seorang yang alih jurusan dari farmasi. Karena tertarik bidang komunikasi untuk memulai bisnis sendiri.

Nomor HP/Whatsapp : 08978578741

E-mail : Nutohir@gmail.com

Instagram : @_hir4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here