Meski Diguyur Hujan, Jarak dan Mahasiswa Desak Ratu Koridor Ditangkap

0
9 views

BabtenKini.com Jakarta – Munculnya nama TP yang dijuliki sebagai “Ratu Koridor” pada rapat dengar pendapat antara DPR RI bersama dengan kementrian ESDM pada beberapa waktu lalu. Hal tersebut banyak direspon oleh beberapa unsur masyarakat.

Salah satunya kelompok yang merespon ialah Jaringan Aktivis Indonesia (JARAK) dan Aliansi Mahasisea Indonesia, semenjak bulan Januari hingga hari ini, terpantau kelompok pemuda dan mahasiswa ini terus konsisten menggelar unjuk rasa untuk menyuarakan tuntutan agar TP segera diselidikii dan ditangkap.

Pada bulan Ramadhan sekalipun, aksi untuk menyuarakan pengusutan kasus TP tetap dilaksanakan oleh Jaringan Aktivis Indonesia (JARAK) dan Aliansi Mahasisea Indonesia, namun dengan cara yang cukup berbeda, yakni dengan membagi-bagikan makanan berbuka puasa secara gratis kepada masyarakat yang melintas di depan gedung DPR/MPR RI yang digelar setiap hari dari awal Ramdhan hingga hari ini Jumat, 22 April 2022.

Ketua umum JARAK Indonesia Donny Manurung menjelaskan, selain membagikan makan berbuka puasa secara gratis kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas, mereka juga membentangkan spanduk-spanduk yang berisikan tuntutan agar DPR RI khususnya komisi 3 dan komisi 7 segera menyelidiki TP orang yang disebut sebagai mafia batubara dengan julukan “Ratu Koridor” beserta seluruh oknum pejabat tinggi negara yang terlibat dalam praktik-praktik pertambangan ilegal Tan Paulin ini.

“Hingga hari ini kami masih tetap konsisten menuntut kepada bapak dan ibu dewan yang terhormat, bahwa hingga hari ini TP masih bergerak bebas, tolonglah dengarkan tuntutan kami ini, segeralah bergerak untuk menyelidiki si ratu koridor ini, semua oknum yang terlibat mulai dari rakyat biasa, pejabat kementrian, bahkan para oknum pejabat tinggi Polri yang sudah menempel pundaknya bintang satu, bintang dua, bahkan bintang tiga juga segera diselidiki, diproses secara hukum dan dicopot dari jabatannya, mereka semua ini yang bersekongkol dengan mafia batubara Tan Paulin adalah pengkhianat bangsa” Tegas Donny kepada awak media, Jumat (22/4)

Donny menjelaskan bahwa praktik pertambangan yang dilakukan oleh TP ini sudah sangat keterlaluan, mulai dari modus pinjam/sewa dokumen perusahaan lain untuk jual beli batubara keluar atau yang dalam dunia pertambangan disebut dengan modus “dokumen terbang” hingga menekan masyarakat penambang lokal untuk menambang di daerah tak berijin atau yang biasa disebut sebagai koridor dan wajib menjual hasil tambangnya ke TP

“Orang ini mainya sudah cukup parah, selain kerapkali menggunakan dokumen dari perusahaan lain untuk melancarkan aktivitas jual beli batubara, kami juga mendapatkan imformasi di lapangan bahwa beberapa masyarakat penambang lokal ditekan oleh oknum-oknum yang dibayar oleh Tan Paulin untuk terus menambabg di daerah tidak berijin atau yang dikenal dengan daerah koridor, selain itu mereka juga di tekan untuk menjual hasil tambangnya ke TP ini kan sudah praktik mafia kelas kakap namanya, masa sampai hari ini tidak ditangkap.” Ungkap Donny.

Melihat masalah yang ditimbulkan oleh altifitas pertambangan ilegal TP ini maka Donny dan kelompoknya menuntut agar negara bisa lebih jeli dan segera membersihkan, menangkap Tan Paulin beserta seluruh orang yang terlibat beraamanya, baik itu oknum pejabat kementrian/sipil ataupun oknum dari aparat TNI/Polri.

“Kami menuntut kepada Pak Jokowi, Pak Menteri ESDM, Pak Kapolri, Pak Panglima TNI, agar segera melakukan tindakan bersih-bersih lembaga, segera lakukan penyelidikan internal dan copot secara tidak hormat lalu penjarakan seluruh oknum pejabat yang terlibat dengan TP, baik itu oknum kementrian, ataupun oknum pejabat tinggi TNI/Polri. “Terang Donny. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here