Kemendikbudristek Menggandeng Creative Foundation Menggelar Pameran Seni Media Artidentity di Kota Tangerang Selatan

0
76 views

BANTENKINI.COM, TANGERANG SELATAN – Direktorat Perfilman Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia bekerjasama dengan Komunitas Tangsel Creative Foundation, menggelar pameran dua tahunan “Artidentity” yang tahun ini mengusung tema Kultur Pangan.

Artidentity yang mulai diadakan sejak 2015 ini merupakan pameran seni media dua tahunan yang merespon berbagai isu sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat. Tahun ini, pameran Artidentity: Kultur Pangan yang dikuratori oleh Hilmi Fabeta dan Indah Ariani tersebut akan dilaksanakan pada 1 – 17 November 2021 di City Gallery, Kota Tangerang Selatan.

Pangan memang tengah menjadi tema yang cukup banyak dibincangkan dalam konstelasi seni dan kebudayaan baik nasional maupun global.

Di dalam negeri, Pekan Kebudayaan Nasional memasukkan pangan menjadi salah satu sub tema acara yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan.

“Pangan, seperti juga sandang dan papan, merupakan bagian yang menyatu dengan perkembangan kebudayaan sebuah negara dan semestinya dijadikan sebagai bagian yang integral,”

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan dalam sebuah perbincangan dengan Indah Ariani, salah satu curator Artidentity beberapa hari lalu. Tim Ruang Rupa, kolektif seniman dari Indonesia yang terpilih menjadi direktur artistik pada ajang senirupa lima tahunan yang diadakan di Kota Kassel, Jerman, Documenta, juga memakai “Lumbung” yang sangat erat kaitannya dengan kultur pangan di Indonesia sebagai tema.

“Tema Kultur Pangan kami pilih untuk merespon munculnya kesadaran masyarakat untuk kembali memperhatikan kekayaan ragam pangan yang dimiliki di daerah masing-masing agar dapat membangun ketahanan pangan sesuai dengan potensi yang tersedia,” Hilmi Fabeta, salah satu kurator pameran yang juga adalah ketua Tangsel Creative Foundation yang juga penggagas acara Artidentity mengatakan.

Berbeda dengan pola acara sebelumnya, pada 2021 ini, Artidentity menggelar panggilan terbuka (open call) untuk memilih peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Panggilan terbuka yang diadakan pada 10 hingga 20 September 2021 itu dilakukan sebagai sebuah upaya menjaring bakat-bakat baru seni media dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menurut Direktur Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru, Ahmad Mahendra, merupakan bagian dari upaya mengembangkan potensi dan eksisitensi seni media dikalangan praktisi mapun komunitas.

“Kami juga ingin memanfaatkan media atau teknologi media sebagai platform distribusi dan desiminasi produk atau konten budaya serta bagaimana keberadaan teknologi media baru bisa mengeksplorasi seni pertunjukan seperti tari, musik termasuk film, bahkan obyek-obyek pemajuan kebudayaan lainnya,” kata Mahendra.

Terlebih lagi, di era teknologi komunikasi ini menggunaan teknologi media dalam berbagai ekspresi seni adalah sebuah keniscayaan.

“Tinggal bagaimana kita mampu mengemas dan menarasikannya menjadi sebuah tayangan yang menarik dan berkualitas baik secara luring maupun daring,” katanya.

Sebanyak 14 student artists terpilih dari hasil menyeleksi 32 proposal karya yang masuk. Keempatbelas student artists yang terdiri dari indovidu dan kolektif itu itu adalah Agung R. Prakarsa (Yogyakarta), Alif Starfath (Tangerang Selatan), Benny Saputra (Bukittinggi), Henry Rico Alexandro Lumba (Kupang), Indra Gunawan (Padang), Iyusman Utomo (Tangerang Selatan), Kelompok Bertiga (Surabaya), Leona Valencia Liem (Jakarta), Muhammad Akram (Pare pare), Nidiya Kusmaya (Sukabumi), Rezza Rainaldy (Bekasi), Riyadhus Shalihin (Bandung), Trino Junaidi (Singkawang) dan Vanessa Martida (Denpasar).

Selain ke-14 student artists tersebut, Artidentity juga menghadirkan karya tiga seniman undangan yakni Eldwin Pradipta (Bandung), Moch. Hasrul (Tangerang Selatan) dan Bujangan Urban (Jakarta) serta kolega seniman dari berbagai komunitas kreatif antara lain Sir Dandy (Tangerang Selatan), Helmi Hardian dari kolektif seni Waftlab (Surabaya), dan Deden dari kolektif Lari-lari Kecil (Tangerang Selatan).

Pada 1 hingga 17 November 2021 ini, karya mereka akan dipamerkan di City Gallery yang berada di sebelah Pusat Pemerintahan Kota Tangsel di jalan Maruga Raya, Pamulang. Acara pameran ini pun akan menjadi pembuka rangkaian perayaan HUT Kota Tangsel yang puncaknya akan dilakukan pada akhir November 2021 mendatang.

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here