Sulap Limbah Kayu Tak Terpakai Bisa Menjadi Pundi – Pundi Rupiah

0
147 views

BANTENKINI.COM, KABUPATEN TANGERANG – Limbah kayu, batok kelapa, akar bambu dan lain – lainnya biasanya hanya dimanfaatkan untuk alat bakar atau dibuang begitu saja. Namun, dengan sentuhan kreativitas, limbah ini ternyata bisa dimanfaatkan menjadi sebuah kerajinan tangan yang cantik dan menarik, Jumat (27/05/22).

Seperti kerajinan tangan yang dibuat oleh Asep Yana ( 44 ) kelahiran Pangandaran Jawa Barat yang ditemui di lokasi pembuatan kerajinan dari limbah kayu bekas dan batok kelapa bekas yang beralamatkan di Perumahan Puri Tamarin RT. 05 /013, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang mengatakan, “Saya mulai usaha ini sejak tahun 2009 sampai 2022,adapun hasil karya seni yang sudah dibuat ” Asep Yana ” ini sesuai pesan diantaranya Jam dinding dari bahan limbah kayu,hiasan dinding ( huruf timbul ) dari bahan kayu,trophy ( piala ) dari bahan bekas batok kelapa, patung miniatur dari bahan limbah serabut bambu, semuanya berasal dari limbah kayu tak terpakai bisa disulap menjadi pundi-pundi rupiah bila kita bisa memanfaatkannya dan sedikit sentuhan kreativitas, limbah kayu akan menjadi produk kerajinan tangan yang menarik,” katanya.

Ditambahkan kembali ide awal pembuatan kerajinan dari limbah kayu bekas ini didapatkan oleh Asep Yana ( 44 ) sekedar iseng membuat kerajinan sendiri guna melengkapi dekorasi hiasan dinding rumahnya, serta melihat banyaknya tumpukan kayu bekas yan tidak terpakai, yang dibiarkan begitu saja di pekarangan rumah sehingga saya tertarik untuk membuat kerajinan dari limbah kayu bekas menjadi barang seni dengan nilai artistik.

Dalam satu bulan, sedikitnya mampu memproduksi 10 kerajinan tangan dari bahan limbah kayu bekas seperri jam dinding dekorasi dapur untuk pemasaran sementara ini hanya sebatas warga setempat saja ( lokal ) dan saya berharap dengan kerajinan tangan ( karya seni ) yang saya jalankan selama ini mendapatkan perhatian khusus oleh instansi dan pihak – pihak terkait guna mendukung kerajinan tangan dari bahan limbah kayu bekas dan batok kelapa ini bisa mejadikan INSPIRASI,bagi orang banyak dalam mengelola limbah kayu bekas dan batok kelapa menjadi sebuah karya seni yang menjadi nilai artistik dan pundi – pundi rupiah,” ucap Asep Yana. (Hermansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here