Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Pendamping PKH, Ananta Wahana Sampaikan Penguatan Berbangsa dan Bernegara

0
25 views
Ananta Wahana.
Ananta Wahana saat memberikan sambutannya.

Kota Tangerang, | Anggota MPR RI, Ananta Wahana memberikan penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kota Tangerang.

Menurut Ananta, bahwa PKH merupakan bentuk nyata dari implementasi Pancasila, yaitu dalam menuntaskan kesenjangan sosial di masyarakat.

Hal itu termaktub pada Sila Kelima, ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’.

Lebih lanjut, Ananta menjelaskan, dalam keadaan merdeka, negara tidak diperbolehkan mendapati rakyatnya dalam keadaan miskin.

Karena itu, pemerintah diwajibkan melakukan upaya-upaya dalam menuntaskan kemiskinan.

“Pada Sila Kelima intinya, tidak boleh ada orang Indonesia yang miskin dalam suasana merdeka. Tapi sekarang kita masih dalam proses mencipta kesejahteraan. Salah satu caranya dengan PKH,” kata Ananta Wahana saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, bertempat di Gedung Nyimas Melati, Kota Tangerang, Banten, Minggu, (2/4/2023).

Ananta Wahana.
Peserta sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

Oleh karena itu, Ananta memberi tawaran kepada pendamping PKH untuk melakukan kerjasama dalam memberikan pelayanan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Untuk menciptakan graduasi kepada KPM PKH, Ananta bisa memberikan fasilitas melalui rumah aspirasinya Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis.

“Misalkan kita berikan servis pembuatan NIB, SNI, atau sebagainya kepada para KPM. Nah, lewat rumah aspirasi semua itu bisa dibuat secara gratis. Baru selanjutnya, akan kita bantu untuk mendapatkan program KUR,” papar Anggota MPR RI Dapil Banten III Tangerang Raya itu.

Dalam kaitan itu, Ananta juga mengutip perkataan pengarang buku Max Havelar, Eduard Douwes Dekker atau Multatuli.

Dia bercerita, bahwa Multatuli pernah menjabat Asisten Residen Lebak. Dalam jabatannya, Multatuli pernah berkata ‘Kalau masyarakat Lebak bisa hidup sejahtera, maka rakyat Indonesia akan  sejahtera’.

“Artinya, kita harus memperhatikan kesenjangan masyarakat yang ada di pelosok. Saya pun sering ke pelosok untuk memastikan kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya.

Sementara itu, Stafsus Kemensos RI, Faozan Amar menyampaikan apresiasinya kepada Ananta Wahana, yang telah memberikan pemahaman 4 Pilar MPR RI kepada para pendamping PKH.

“Terimakasih kepada Pak Ananta, yang sudah menjelaskan Sosialisasi 4 Pilar karena penting bagi kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” kata Fozan.

Faozan menjelaskan, bahwa terdapat kurang lebih 41.425 KPM PKH di Kota Tangerang. Dia berharap para pendamping PKH untuk membantu pemerintah dalam menuntaskan kesenjangan sosial yang ada.

“Sekarang ini, musuh bangsa Indonesia ada dua, yaitu kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya.

“Saya berharap teman-teman pendamping PKH dapat membantu para KPM yang buta huruf, yang rumah tidak layak huni atau tidak memiliki tempat sanitasi, bahkan sampai mereka graduasi,” ucapnya.

Terakhir, Faozan meminta kepada Ananta Wahana sebagai Anggota DPR RI agar memperhatikan kesejahteraan para pendamping PKH.

“Insentif PKH minta tolong dibantu, Pak. Kasihan teman-teman pendamping PKH,” imbuhnya.

Diketahui, kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI itu, dihadiri Staf Khusus Kementerian Sosial RI, Faozan Amar, Koordinator wilayah (Korwil) PKH Banten, Farhah Syibli, dan para pendamping PKH se-Kota Tangerang.

Dalam kesempatan itu, wakil rakyat dengan ciri khas mengenakan blangkon dan lomar atau kain ikat kepala khas Suku Baduy tersebut, sempat memberikan hadiah kepada para pendamping PKH yang memiliki dedikasi tinggi atau berprestasi. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here