Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Ananta Wahana Paparkan Sejarah Soekarno Pemikir Islam dan Penghargaannya

0
42 views
Ananta Wahana.
Ananta Wahana saat memaparkan materi sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

TANGERANG, – Anggota MPR RI, Ananta Wahana mengatakan bahwa Islam sebagai konstruksi awal pemikiran Soekarno.

Hal itu lantaran tokoh-tokoh Islam seperti Tjokroaminoto, Tjipto Mangunkusumo, dan Achmad Dahlan berpengaruh besar terhadap pemikiran Bung Karno.

“Terutama sekali Tjokroaminoto salah seorang guru Bung Karno yang sangat dihormati, dan dianggap tidak sempit,” ungkap Ananta Wahana saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, bertempat di Hotel Horison GWR Serpong, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (15/4/2023).

Menurut Ananta, sejarah telah mencatat tindakan dan penghargaan keislaman Bung Karno baik di dalam maupun luar negeri.

Sebagai muslim, Bung Karno telah menunaikan ibadah haji pada 1955. Kemudian atas jasa Bung Karno, makam Imam Bukhari, seorang perawi nabi yang sangat termasyur di kalangan umat Islam ditemukan kembali di Samarkand, Uzbekistan pada 1961.

“Soekarno lah orang yang meminta pemerintah komunis Soviet agar menemukan makam tersebut,” kata Ananta.

“Dan berkat jasa Soekarno, saat ini komplek makam Imam Bukhari yang terletak di desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand telah menjadi salah satu wisata umat Islam seluruh dunia,” imbuhnya.

Ananta Wahana.
Ananta Wahana saat memaparkan materi sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

Ananta memaparkan, bahwa kebesaran nama Soekarno tidak hanya dikenal di seluruh penjuru Indonesia, namun menggema di seluruh dunia. Bung Karno dikenal sebagai sosok pemimpin berani, tegas, kharismatik dan tidak mudah diatur oleh bangsa manapun.

Buktinya, sejarah juga mencatat Indonesia pernah keluar dari PBB karena dianggap menguntungkan Israel dan merugikan negara Arab termasuk Palestina.

“Karena itu juga, Indonesia pernah menolak bermain bola dengan Israel dalam penyisihan Piala Dunia 1958,” ujarnya.

Penghargaan Bung Karno

Selanjutnya, Anggota MPR RI Dapil Banten III itu menyampaikan, bahwa di kancah dunia Islam, Bung Karno tercatat pernah mendapat berbagai penghargaan.

Mesir mengabadikan hubungan dengan Indonesia dengan memberi nama jalan utama di negara itu “Jalan Ahmed Sokarno”.

Lalu Maroko memberi nama jalan “Rue Suokarno”, dan Pakistan mengabadikan “Soekarno Square Khyber” dan “Soekarno Bazar”.

“Sementara dari dalam negeri, Bung Karno dianugrahi gelar Waliyul Amri Ad-dharuri Bi As-syaukah dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1954 di Surabaya,” kata Ananta. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here