Miris! Pilkada Kota Tangerang Sepi Peminat, Pengamat Politik Chumaedy Anjurkan Buat Poros Baru

0
41 views
Ahmad Chumaedy, Pengamat Politik Kota Tangerang

BANTENKINI.COM, KOTA TANGERANG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang dirasa sepi karena kehadiran beberapa kandidat yang ditandai dengan berbagai munculnya spanduk sosialisasi didominasi oleh kelompok birokrat.

Dominasi kelompok birokrat ini yang menggelitik publik terutama sorotan akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang Ahmad Chumaedy yang menilai orang partai politik di Kota Tangerang minim “Hasrat” di Pilkada Kota Tangerang.

Menurut Ahmad Chumaedy, Pilkada Kota Tangerang ini mengalami kebuntuan politik dimana figure yang muncul hanya itu-itu saja dan didominasi oleh kelompok birokrasi yang sedang mencari peruntungan politik di helatan Pilkada Kota Tangerang ini.

Miris melihat populasi pemilih yang besar di Kota Tangerang dengan seabrek potensi SDM yang baik di Kota Tangerang yang muncul dan potensial hanya 1 calon kepala daerah yaitu pak Sahrudin. Dan kandidat yang berseliweran hanya berhasrat menjadi wakil walikota.

“Untuk memecah kebuntuan tersebut diperlukan poros baru untuk memperlihatkan kepada publik bahwa kontestasi dalam demokrasi terlihat menarik dan asik untuk diminati oleh warga, jangan sampai ada kesan bahwa pak sahrudin tidak ada lawan, harus ada kekuatan baru agar proses demokrasi tersebut lebih menarik untuk diminati warga Kota Tangerang,” ujar Ahmad Chumaedy, Pengamat Politik Kota Tangerang. Kamis (23/5/2024)

Ketika pilihannya membentuk ”poros baru”, kira-kira siapa yang menjadi lokomotif poros baru tersebut?, Dosen Fisip UMT ini menilai figure ini bisa diinisiasi oleh Ahmad Fuady. Fuady adalah politisi PKB yang memiliki potensi besar membentuk poros baru.

Ada 2 (dua) pertimbangan, pertama Ahmad Fuady sebagai politisi yang saat ini diamanahi sebagai Ketua PKB dan anggota DPRD Provinsi Banten, terbilang dekat dengan Ulama.

“Karena partainya PKB yang lahir dari Rahim NU otomatis pergerakan politiknya tidak lepas dari peran Ulama (kyai). Kedua, sebagai pengusaha sukses Fuady memiliki resource kapital yang kuat. Modal kapital sangat diperlukan dan ini mampu merubah skema politik yang ada,” ucap Chumaedy, Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP UMT.

Kekuatan Gus Fuady ini bisa mengisi kekurangan para politisi yang berhasrat. Infra struktur fuady ini melebihi dari semua kandidat politik yang ada, jika poros ini terbentuk dan lokomotifnya dikendalikan Ahmad Fuady ini bisa menjadi warning buat Pak Sahrudin.

“Gus Fuady bisa jadi factor X dalam kebuntuan politik yang ada di Kota Tangerang.,” ujar Chumaedy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here