Banjir Mulai Surut, Wali Kota Tangerang Harap Tiga Sungai Dinormalisasi

0
120 views

BANTENKINI.COM, KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah masih terus menyusuri titik-titik banjir di wilayah Kota Tangerang, Minggu 21 Februari 2021.

Terpantau beberapa lokasi banjir mulai surut bahkan sudah tidak ada lagi air yang menggenang. Di antaranya di wilayah Kecamatan Karawaci, Pinang dan beberapa titik lainnya.

Dalam penanganan banjir tahun ini, Pemkot Tangerang telah secara massif melakukan berbagai antisipasi untuk dapat meminimalisir dampak dari puncak musim hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini.

“Berbagai upaya seperti pengosongan tandon, embung, situ hingga pada danau dan pengoperasian enam pintu dari tujuh pintu air yang ada dan pembangunan turap di beberpa titik telah kami lakukan,” jelas Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Arief menambahkan bahwa ia berharap adanya bantuan penanganan banjir yang bersifat permanen dari pemerintah pusat sesuai dengan tugas pokok serta aturan yang berlaku.

“Tetap kita usahakan yang terbaik, namun saya terus berkordinasi dan berharap adanya campur tangan dari pemerintah pusat. Seperti normalisasi tiga sungai besar yakni Cisadane, Cirarab dan Angke serta dua anak sungai Ledug dan Sabi,” terang Arief.

Wali Kota Tangerang menyebutkan dengan segala upaya yang telah diusahakan oleh Pemkot Tangerang, ia berharap ke depannya Kota Tangerang bisa terbebas dari banjir.

“Dalam dua tahun belakangan ini, curah hujan dan limpasan air dari wilayah luar Kota Tangerang menjadi penyebab banjir dengan skala besar melanda Kota Tangerang setelah kurun waktu lima tahun belakangan Kota Tangerang bisa terbebas dari banjir. Semoga ke depannya Kota Tangerang bisa terbebas dari banjir,” pungkas wali kota.

Pompa Air di Pinang tak Aktif
Sementara saat meninjau Perumahan Pinang Griya Permai di Kecamatan Pinang, Wali Kota Tangerang yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Decky Priambodo mendapat penjelasan dari Camat Pinang Kaonang mengenai salah satu penyebab lingkungan tersebut terkena banjir.

Dikatakan Camat Pinang Kaonang, selain limpasan air Kali Angke yang melebihi ketinggian tanggul, juga ada tanggul sungai tersebut yang rusak akibat salah seorang warga yang memiliki lahan di dekat tepian Kali Angke.

“Saat ini air sudah surut, hanya tersisa genangan di tepian Kali Angke akibat adanya rembesan. Sementara aliran listrik masih padam karena masih ada air sisa banjir. Maka kami mengusulkan agar kabel aliran listrik khusus untuk pompa air dipasang lewat atas,” jelas Camat Pinang Kaonang.

Bila kabel untuk pompa air lewat atas, sambung Kaonang, maka bila terjadi banjir bisa diaktifkan untuk menyedot air dari lingkungan Pinang Griya Permai ke Kali Angke. Ia juga menjelaskan mengenai masalah yang terjadi pada pompa air yang menggunakan bahan bakar sehingga tidak bisa berfungsi.***

• Ateng San

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here