Warga Pakojan Kecamatan Pinang Terima BST Rp300 Ribu

0
77 views

BANTENKINI.COM, KOTA TANGERANG – Wajah Siti Nurhabibah (21) tampak sumringah. Sembari menggenggam uang Rp100 ribuan sebanyak tiga lembar ia keluar dari ruang kelas di SD Negeri Cipete 1 Kelurahan Pakojan Kecamatan Pinang Kota Tangerang.

Pagi itu, Senin 15 Februari 2021, Siti Nurhabibah tak sendiri. Ada sebanyak 986 keluarga penerim manfaat (KPM) warga Kelurahan Pakojan menerima bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua dari Kementerian Sosial RI.

Di antara yang menerima BST bersama Siti Nurhabibah yakni mbah Sutinah (63 tahun) warga RW 03 Pakojan yang sehari-hari buruh membersihkan cabe, nenek Rokiah (62 tahun) dagang uduk, kakek Dadang Mihad (65 tahun) pedagang singkong, Yulianti (35 tahun) ibu rumah tangga dan banyak lagi keluarga penerima manfaat (KPM).

“Alhamdulillah, lagi sulit jaman covid begini dapet BST dari pemerintah Rp300 ribu. Duit ini mao dikasih ke emak buat beli beras, buat makan keluarga,” tutur Siti Nurhabibah yang mengaku bekerja sebagai sales.

Kalimat sama diungkapkan Yulianti, uang BST yang diterimanya akan dibelanjakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Ia mengaku bersyukur di tengah sulit ekonomi lantaran covid’19 dirinya mendapat BST.

“Saya berterima kasih banget kepada pemerintah yang telah mengucurkan bantuan duit ini untuk rakyat yang kesulitan,” ucap Yulianti dengan haru.

Camat Pinang Kaonang menjelaskan dalam penyaluran BST tahap kedua ini ada sebanyak 1149 penerima. Namun setelah divalidasi oleh pekerja sosial masyarakat (PSM), maka yang diundang menjadi 986 KPM.

“Untuk menghindari adanya kerumunan, maka penyaluran di wilayah Kelurahan Pakojan ini dibagi dua lokasi. Yakni di SD Negeri 1 Cipete dan di SD Negeri Cipete 5,” ungkap Camat Pinang Kaonang didampingi Koordinator PSM Kecamatan Pinang Mumu Rohimu.

Keseluruhan KPM di wilayah Kecamatan Pinang, sambung Kaonang tercatat sebanyak 19.808. Namun jumlah itu perlu diverifikasi oleh PSM agar tidak terjadi penerima ganda. Mereka yang tercatat sebagai penerima program keluarga harapan (PKH) atau penerima bansos lainnya selain BST, maka tidak diundang.

“Semoga maslahat. Pesan kami tetap patuhi protokol kesehatan dan anjuran pemerintah serta berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semoga kita senantiasa diberi kesehatan,” pungkas Camat Pinang, Kaonang.***

•Ateng San

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here