Wali Murid SDN Tanah Tinggi 3 Klarifikasi Tuduhan Pungli dan Pembelajaran di Luar Sekolah

0
256 views

BANTENKINI.COM, KOTA TANGERANG – Beredar berita menyudutkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Tinggi 3, Kota Tangerang terkait adanya kegiatan belajar mengajar di luar sekolah dan kegiatan pungutan uang sekolah yang diklaim sebagai pungutan liar (pungli) oleh media online tertentu, membuat wali murid geram dan angkat bicara.

Menurut Mamah Seira, Wali Murid SD Negeri Tanah Tinggi 3, sejak diterapkannya kegiatan belajar mengajar secara daring atau online akibat pandemi Covid-19, banyak siswa merasa jenuh dan menangkap ilmu dari guru sekolah menjadi kurang efektif. Akibatnya, banyak wali murid menjadi stres dan siswa kurang terkontrol dalam menerima ilmu pembelajaran dari sekolah.

Dari keluhan tersebut, wali murid berinisiatif untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka serta meminta wali kelas untuk mendampinginya.

“Kami memang salah, kurang komunikasi dengan kepala sekolah juga, sehingga terjadi pelaporan,” ucap Mamah Seira. Kamis (11/3/2021)

Tidak hanya itu, alasan lain dilakukan pembelajaran tatap muka, karena hasil nilai ulangan yang dilakukan secara daring cenderung tidak murni dikerjakan oleh siswa sekolah. Melainkan banyak dibantu orang tua murid di rumah yang berperan ikut membantu mengerjakan soal.

“Jadi UTS tahun ini gratis, atas kesepakatan bersama memakai rumah salah satu siswa. Lalu wali kelas sebenarnya memang telah membagikan surat edaran dari sekolah, bahwa UTS dilakukan secara daring, di rumah masing-masing, tapi terkait alasan tersebut bahwa dengan daring anak-anak bosan, kami wali murid meminta wali kelas untuk melakukan UTS tatap muka,” ujar Mamah Seira.

Lebih lanjut Mamah Seira mengatakan, pembelajaran di luar sekolah menerapkan prosedur protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan disiapkan handsanitizer Pertemuannya pun dibagi menjadi tiga kloter, agar tidak terlalu berkerumun.

“Memang sengaja kita buat peraturan harus pake masker, menjaga jarak dan pake handsanitizer. Anak-anak juga datang dan pulang sesuai jadwal kloter pembelajaran yang sudah ditentukan,” ucap Mamah Seira

Masih kata Mamah Seira, karena kegiatan belajar mengajar dilakukan di luar sekolah, otomatis diperlukan uang untuk kebersihan rumah yang ditempati.

Hal ini dilakukan, agar tuan rumah dan siswa merasa nyaman dalam belajar.

Adapun isu terkait pungutan liar yang dituduhkan media online tertentu kepada sekolah SDN Tanah Tinggi 3, sejatinya tidak mendasar dan keliru. Karena iuran uang itu hasil dari inisiatif dan kesepakatan wali murid

“Yang ambil inisiatif wali murid ya, bukan dari wali kelas. Jadi wali murid meminta wali kelas untuk melakukan UTS tatap muka. Dimana sebenarnya ide tersebut disambut baik oleh semua wali murid dan wali kelas hanya mengikuti kemauan wali murid,” ucap Mamah Seira

Pungutan uang tersebut diperuntukan untuk kebersihan rumah siswa, fotokopi pembelajaran, seperti fotokopi latihan soal UTS yang berasal dari UTS tahun 2019, dan uang kas.

Uang kas itu kegunaannya untuk keperluan di luar sekolah, seperti uang partisipasi untuk menjenguk murid yang sakit, atau bisa juga untuk hadiah guru di hari guru, sebagai ungkapan rasa terimakasih wali murid kepada guru yang telah membimbing anak-anak belajar.

“Uang kas tidak ada hubungan dengan sekolah, melainkan kesepakatan wali murid yang membentuk paguyuban, dimana ada ketua dan bendahara. Saya rasa tidak ada yang salah dari pungutan itu,” ucap Mamah Seira

Namun, karena berita media online tertentu sudah tersebar, yang menyudutkan pihak sekolah telah melakukan pungli, akhirnya uang tersebut sepakat untuk dikembalikan kembali kepada wali murid. Padahal uang tersebut sudah dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar di luar sekolah.

Mewakili dari Wali Murid Kelas 2 SDN Tanah Tinggi 3, Mamah Seira geram dengan ulah oknum wartawan yang sudah memberitakan negatif tanpa didasari konfirmasi dahulu kepada sekolah

“Harusnya beritanya seimbang. Ada konfirmasi dulu ke sekolah,” ujarnya

Mamah Seira menilai Wali Kelas yang selama ini sudah sangat peduli dengan siswa harus menerima kekecewaan dari peristiwa ini. Padahal Wali Kelas tersebut sangat peduli dan perhatian terhadap perkembangan siswa

“Kasihan sama bu guru dan kepala sekolah, beliau sangat peduli dan mau berjuang untuk mencerdaskan anak didiknya. Semangat untuk ibu guru, semoga peristiwa ini ibu guru semakin kuat dalam mendidik dan memperhatikan perkembangan kemampuan siswa dalam menerima ilmu di sekolah,” tutup Mamah Seira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here