Viral, Ferdinand Buka Suara Tentang Pungli di TPU Bandung

0
24 views

BantenKini.com Jakarta – Aktivis Sosial Politik dan Hukum Ferdinand Hutahaean menyoroti viralnya pungli yang dilakukan oleh oknum penjaga makam khusus covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Jawa Barat. Menurut Ferdinand semua biaya terkait covaid-19 sudah ditanggung oleh pemerintah termasuk pemakamaan.

“Oknum petugas meminta sejumlah uang untuk biaya pemakaman dengan alasan non muslim tak ditanggung pemakamanya. Ini jelas melakukan pelanggaran hukum dan masuk pidana.”ucap Aktivis Sosial dan Hukum, Ferdinand Hutahaean kepada awak media, Minggu (11/7) di Jakarta.

Ferdinand menjelaskan bahwa pungli yang dilakukan oleh oknum petugas tersebut jelas tak main-main dan masuk kejahatan kemanusiaan seperti aturan Presiden Joko Widodo tentang pemakaman covid-19. Selanjutnya, Ferdinand meminta kepada pihak kepolisian wilayah Polda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Ahmad Dofiri agar segera menangkap pelaku pemalakan liar berbau SARA ini.

“Polisi harus segera bergerak memproses hukum pelaku pemerasan yang mendiskriminasi keluarga korban covid-19. Para pelaku tentu harus dihukum berat karena menari diatas penderitaan orang.”tegas Ferdinand.

Menurut Ferdinand, pihak kepolisiaan sudah tak perlu lagi menunggu laporan dari korban mengenai persoalan ini. Kata Ferdinand, masalah pemalakan ini jelas bukan menjadi rahasia lagi dan sudah menjadi perbincangan dijagat media sosial.

“Lokasi jelas, korban jelas dan pelakunya jugaa jelas, tentu akan lebih mudah menindak kasus ini. Saya meminta kepada kepolisian agar segera menangkap para pelaku tindak pidana pemerasan ini.”tutur Ferdinand.

Tak hanya itu, Ferdinand juga mendesak agar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk segara bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Bagaimana tindak lanjut dari pemerasan ini, saya tunggu Gubernur Ridwan Kamil bertindak sesuai aturan.”terang Ferdinand.

Sebelumnya sempat viral aksi pemalakan yang dilakukan oleh oknum petugas pemakaman berinisial R terhadap keluarga korban covid-19 YT di TPU Ccikadul, Jawa Barat. YT menjelaskan aksi pemalakan tersebut terjadi pada 6 Juli 2021, sekitar pukul 20:00 WIB. YT mengantarkan jenazah ayahnya untuk dimakamkan di TPU khusus Covid-19 di Cikadut.

YT bercerita, saat itu, dia didatangi oleh oknum petugas makam yaitu R. Oknum tersebut mengaku salah satu kordinator tim. R meminta YT untuk membayar biaya pemakaman sebesar Rp 4 juta.

“Dia bilang bahwa liang lahat sudah disiapkan. Saya bertanya, ‘kenapa saya harus bayar Pak?’ Waktu itu sekitar pukul delapan malam,” kata YT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here