UMT Peduli Penanggulangan Banjir

0
2 views

BantenKini.com KOTA TANGERANG – Mengawali tahun 2020, sebagian besar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dikepung banjir akibat curah hujan dengan intensitas yang tinggi sepanjang 12 jam sejak tengah malam hingga tengah hari tanpa henti.

Untuk wilayah Kota Tangerang, hujan yang terus mengguyur sejak malam pergantian tahun, hingga Rabu (1/1/2020) pagi, telah membuat banyak wilayah di Kota Tangerang terendam banjir. Terhitung 9 dari 13 Kecamatan dan sekitar 16 ribu warga di Kota Tangerang terimbas bencana banjir.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Banjir Kota Tangerang, ketinggian air yang merendam permukiman dan jalan raya mulai dari 15 sentimeter hingga 130 sentimeter. Sebaran banjir terjadi merata di 9 kecamatan dengan jumlah warga terdampak bervariasi.

Setelah 13 kecamatannya terendam banjir, Pemerintahan Kota Tangerang menetapkan status tanggap bencana selama tujuh hari ke depan atau selama penanggulanan bencana banjir berlangsung. Penetapan tanggap bencana tersebut dimulai hari ini, Kamis (2/1/2020) oleh Pemerintah Kota Tangerang. Wilayah-wilayah yang paling parah terdampak banjir ada di Tangerang Timur, yaitu Kecamatan Ciledug, Batuceper, Karang Tengah.

Instruksi Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Achmad Amarullah pasca bencana banjir 2 Januari 2020 dalam rapat koordinasi dengan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah melaporkan bahwa Tim SAR UMT sebanyak 30 orang bergerak ke lokasi. Sesuai arahan walikota agar bergerak ke arah timur, prioritaskan ke titik terparah. Tim UMT membawa logistik berupa roti dan pakaian layak pakai dan logistik lainnya.

Rektor UMT menginstruksikaan kepada seluruh jajaran pimpinan, dekanat, kepala-kepala lembaga, biro, unit dan organisasi kemahasiswaan untuk bergerak bersama serta mengambil langkah membantu para warga yang masih terisolir oleh banjir.

Instruksi rektor yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten itu direspon dengan pengerahan berbagai sumber daya dan dana agar proses pelaksanaan penanggulangan bencana banjr dilaksanakan dengan cepat, rapih dan tertib. Kemudian dibuka pusat komando (Posko) penanggulangan banjir di kampus UMT untuk memudahkan koordinasi dan pengumpulan berbagai sumber daya dan segala perbekalan yang dibutuhkan oleh warga

Posko UMT untuk penanggulangan banjir dipenuhi oleh berbagai bantuan dari warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum yang hendak berpartisipasi meringankan penderitaan para korban bencana banjir

TIM gabungan penanggulangan banjir terdiri dari civitas UMT (rektorat, fakultas, prodi, dll), Pemuda Muhammadiyah, IMM, BEM, Mahesa, Hima UMT, MDMC Banten dan lain lain.

Sementara lokasi yang mendapat bantuan yakni Pondok Bahar, Kelurahan Petir, Kelurahan Tajur, Kelurahan Parung Serab, Perumahan Ciledug Indah, Total Persada, Pondok Arum, Kelurahan Belendung, Karang Tengah dan Kecamatan Teluknaga – Kabupaten Tangerang.

Sedangkan bantuan yang didistribusikan antara lain paket sembako (beras, mie instan, telur, gula, minyak, kecap, kopi, teh, susu), lilin, alat bersih-bersih (sikat, ember, serokan, pengepel, dll), baju baru dan layak pakai, pampers, pembalut, alat sholat, makanan siap saji (nasi kotak dan nasi bungkus), air mineral, alat mandi (sabun, sikat, odol, dll), obat-obatan dan tim kesehatan.***

Yahya Suhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here