Tolak Pembangunan PLTPB, Warga Padarincang Gelar Aksi Long March

0
166

BANTENKINI.COM, TANGERANG – Aksi penolakan sekelompok masyarakat terhadap pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) atau Gheothermal, di Desa Kuwung, Padarincang, Kabupaten Serang, berbuntut panjang.

Sebagai bentuk penolakan tersebut masyarakat yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) bersama mahasiswa Banten menggelar aksi Long March menuju DKI Jakarta untuk menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Aksi long march ini dimulai dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin, Serang. Adapun para peserta long march yang berjumlah 18 orang ini telah tiba di Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, pada Sabtu (7/9/2019) malam.

“Kami berjumlah 18 orang, dan itu tergabung dari berbagai elemen masyarakat,” ungkap Kordinator Lapangan Hendra Wibowo, Sabtu (7/9/2019). “Kami berencana melakukan aksi damai di Jakarta. Di sana kita juga mengerahkan massa dari Padarincang yang akan menyusul naik bis,” ujarnya menambahkan.

Pembangunan proyek PLTPB ini, menurut ia, banyak merugikan masyarakat sekitar. Ratusan hektar hutan digusur untuk merealisasikan proyek tersebut sehingga berimbas pada kekeringan lingkungan dan gagal panen.

“Mereka tidak memikirkan nasib masyarakat, padahal ini sudah sangat merugikan. Mata pencaharian warga menjadi hilang, sawah gagal panen karena kekeringan. Masyarakat ini banyak yang bertani. Makannya kami sangat menolak proyek ini,” tandasnya.

. Helmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here