SMPN 21 Kota Tangerang Terkurung Tol Kunciran-Bandara, Begini Kata Anggota DPRD

0
49 views

BANTENKINI.COM, BENDA – Nasib tragis menimpa SMPN 21 Kota Tangerang yang terkurung oleh pembangunan Jalan Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta

Persoalan ini pun mendapatkan sorotan tajam dari anggota DPRD Kota Tangerang Syrarifudin.

Politisi asal Partai Amanat Nasional tersebut menduga permasalahan ini terjadi karena Pemerintahan Kota Tangerang bersikap lalai.

Sehingga menyebabkan SMPN 21 Kota Tangerang saat ini terisolasi oleh proyek Tol Kunciran-Bandara.

“Ini jelas ada pembiaran dari Pemkot Tangerang. Pemerintah setempat kurang berkoodinasi dengan pihak – pihak terkait soal awal pembangunan ini,” ujar Syarifudin , Rabu (10/7/2019).

Menurutnya letak persoalannya terjadi di Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Sebelum dilakukan prosesi pembangunan, seharusnya pihak pengembang memerhatikan betul area tersebut bersama Pemkot Tangerang.

“Masalah ini jangan terus dibiarkan. Kasihan yang menjadi korbannya siswa – siswa di sekolah itu,” ucapnya.

Dirinya berharap agar pemerintah segera tangkap terkait persoalan ini.

Sehingga tak semakin membahayakan kesehatan hingga nyawa para pelajar di SMPN 21 Kota Tangerang

“Belajar kan jadi terganggu. Bahaya juga dengan kesehatan anak karena kelasnya berdekatan dengan area proyek.

“Belum lagi kalau hujan jalanan licin karena tanah. Harus ada peran pemerintah yang disegerakan untuk mencari solusinya,” katanya

“Misalnya dengan membuat jalan lorong untuk menggantikan aset sekolah yang tercaplok pembangunan itu. Dan segera berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait agar masalah ini tidak berlarut – larut,” sambungnya

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Tangerang, Said Endrawiyanto menerangkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait masalah ini.

Said menyebut berbagai dampak yang terjadi mesti segera ditindak lanjuti.

“SMPN 21 memang tidak terkena langsung dampaknya. Tapi karena memang dekat dengan area proyek, kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu.

“Mereka kebisingan dengan suara – suara dari pembangunan itu,” ungkap Said.

Said mengaku Pemkot Tangerang melakukan peran kontrol terhadap pembangunan Tol Kunciran-Bandara ini. Yakni kontrol adminitratif dan lapangan.

“Adminitrasi itu proyek tersebut harus sesuai Amdal. Sedangkan kontrol lapangan kami juga banyak mendapatkan laporan dari masyarakat,” tuturnya.

“Kalau terjadi kerusakan kami meminta agar dikembalikan lagi sesuai fungsinya akibat dampak pembangunan ini.

“Ini kan proyek nasional. Kami juga kemarin sudah menggelar rapat koordinasi strategis nasional dengan pemangku kebijakan lainnya dan membuka layanan aduan,” papar Said.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here