PUPR Pandeglang Jalan Patia Masuk Prioritas Tahun 2021

0
53 views

BantenKini.com Pandeglang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kabupaten Pandeglang menyebut program kerja yang tertunda karena relokasi anggaran tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 akan menjadi prioritas usulan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi tahun depan. Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Kabupaten Pandeglang Ade Taufik Senin 7 Desember 2020.

“Jadi, jalan Cimoyan dan Pasir Gadung di Patia yang kemarin di demo harusnya masuk tahun 2020, karena ada wabah pandemi corona, anggaranya di refocusing. Tapi, kita usulkan untuk tahun 2020 ke Provinsi agar menjadi prioritas tahun 2021.”ucap Kabid Bina Marga Ade Taufik, Senin 7 Desember 2020.

Dikatakan Taufik, relokasi anggaran tersebut bersumber dari penunndaan terutama paket-paket kontraktual yang belum lelang dan Bankeu dari Provinsi. Selain itu, relokasi penghematan juga dilakukan dari perjalanan dinas dan paket meeting sebesar 50 peresen sisa anggaran yang belum terserap 2020.

“Kita masih punya PR yang lanjutan-lanjutan karena tersendat adanya Covid-19 dan Tsunami. Target tahun 2016-19 itu 150 kilometer, sementara capaian kita sekitar 230. Untuk tahun ini, kemungkinan ada sekitar 10 titik yang tertunda, kita usulkan lagi tahun 2020 agar masuk prioritas tahun depan.”ucap Taufik.

Taufik menjelaksan, relokasi program dan anggaran tahun 2020 dan refocusing kegiatan untuk mendukung percepatan penanganan virus corona atau Covid-19. Menurut Taufik, kebijakan itu sudah merupakan intruksi dari Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang refocusing kegiatan, relokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa.

“Intinya kita selalu mendukung program pemerintah pusat tanpa mengabaikan kepentingan rakyat. Kita optimis tahun 2021 usulan itu bisa direalisasikan.”terang Taufik.

Sebelumnya, Warga di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, melakukan protes dengan menyebar ikan lele pada kubangan air akibat jalan rusak. Mereka geram lantaran rusaknya jalan penguhubung antara Desa Cimoyan dan Pasir Gadung, sepanjang 10 Kilometer tak pernah dibangun Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam 20 tahun terakhir.

Salah seorang Warga Patia, Hamid (20) tahun bercerita bahwa, dia menyebarkan ikan lele di jalan, lantaran kesal terhadap Pemerintah Pandeglang. Kata Hamid, jalan yang mirip kubangan kerbau ini, udah tal layak untuk dilewati oleh kendaraan roda dua (R2) dan Roda empat (R4).

“Ada sekitar 10 kiloan ikan lele kita leas, ini adalah bentuk kecewa kamu terhadap Pemerintah.”ucap Hamid , Kamis 3 Desember 2020.

Lebih lanjut, kata Hamid, dia berharap bentuk jalan aspal atau betonisasi bisa masuk ke desanya. Sehingga, kata Hamid, warga tak ada lagi yang jatuh terpeleset karena jalan yang dilewati licin dan bergelombang. Selanjutnya, para siswa bisa berangkat sekolah tanpa harus mengotori seragamnya karena berbecek-becekkan.

“Sering ada yang jatuh, banyak yang sekolah, anak jatuh. Harapan kami cepat diperbaiki jalan ini,” tutur Hamid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here