Puluhan Karyawan PT Charoen Pokphand Indonesia Di PHK Sepihak, Ini Kata Perusahaan

0
200

BANTENKINI.COM, SERANG – Pemutus Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak masih menghantui dunia perburuhan di Indonesia seperti yang dialami puluhan pegawai PT CHAROEN Pokphand Indonesia (CPI) Cikande, Kabupaten Serang.

Tidak tanggung-tanggung ada sebanyak 45 karyawan terdiri, 39 wanita dan 6 laki-laki diberhentikan secara mendadak bahkan mereka diberhentikan dengan cara difitnah dan dituduh telah memasukan jarum ke dalam sosis.

Salah satu pegawai PT CPI yang tidak ingin menyebutkan namannya mengatakan, kejadian tersebut bermula pada saat bagian shift 2 sedang melakukan packing sosis, dan terdeteksi pada mesin adannya sebuah jarum di dalam sosis.

“Inipun tanpa sepengetahuan kami, karena kami bukan bagian mengolah. Lantaran untuk mengolah berada pada Shift 1, tetapi yang terkena imbas adalah shift 2,” ungkapnya saat di temui di Persada Banten, Kota Serang, Selasa (10/9).

Kejadian pemberhentian tersebut dialami para karyawan pada tanggal 26 Agustus lalu oleh Kepala Bagian Departement Sosis di PT CIP.

“Waktu itu Bu Indah bagian Kepala Departement Sosis memanggil kami semua (45 Pegawai, Red). Setelah itu kami dikumpulkan untuk di paksa mengakui, bahwa telah memasukan jarum ke dalam sosis,” jelasnya.

Tidak lama berselang para karyawan pun terkejut tatkala diberhentikan secara mendadak oleh PT CPI dan itu dilakukan dengan lisan bukan secara administrasi.

“Anehnnya kita tidak bersalah, malah diberhentikan dengan lisan. Makannya kami hari ini meminta bantuan kepada kuasa hukum, untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Tuntutan yang diberikan para karyawan sederhana, mereka hanya ingin berkerja kembali, dan diberikan pesangon hasil kerja mereka selama di PT CPI.

“Kita hanya ingin bekerja kembali, karena sudah 14 tahun kita bekerja di PT CPI. Apalagi, kita ini diberhentikan dengan hanya ucapan, dan tidak etis. Bahkan pesangon kita tidak diberikan,” tandasnya.

Sementara itu, Senior SPV PGA PT CHAROEN Pokphand Indonesia (CPI) Samuel membantah bahwa tidak ada pemecatan puluhan karyawan PT CPI. Menurutnya yang ada Yang ada off (Berhenti) sementara karyawan borongan (outsourcing) yang ditempatkan di PT CPI.

“Status mereka kan karyawan borongan (outsourcing) yg ditempatkan di PT CPI, kalau istilah dipecat kurang tepatlah. Mereka hanya di off sementara,” katanya tegas.

Sementara itu saat ditanya tentang adanya dugaan Fitnah yang menyebut karyawan di berhentikan karena ada jarum dalam sosis dirinya menegaskan tidak ada fitnah atau oknum karyawan yang dituduh.

“Yang ada adalah dilakukan proses penyelidikan utk mencari pelaku dengan melibatkan SPSI juga. Namanya juga mencari tahu siapa yang memasukkan kan? Jadi tidak ada karyawan yg dituduh memasukkan jarum.yang ada penyelidikan mencari pelakunya,” tegasnya.(Kie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here