Politik Dinasti Banten, Kekuasaan dan Otoritas

0
30 views

Penulis: Sukmasih*

Politik dinasti seringkali menjadi pembahasan menarik, karena berisi sejumlah pemikiran mengenai praktik politik dimana birokrasinya terdiri atas keluarga dan kerabat orang yang sedang berkuasa. Seringkali praktik politik dinasti akan berujung pada tindak korupsi. Namun, terlepas apakah yang sedang berjalan adalah politik dinasti atau bukan, akan  selalu terbuka peluang besar untuk melakukan korupsi yang berujung pada kesengsaraan rakyat. Provinsi Banten, telah menjadi contoh praktik politik dinasti. Bukan sekedar meletakkan para keturunan di tahta tanah jawara, keluarga dan kerabat klan-klan tertentu di Banten juga menempati posisi strategis di lapisan-lapisan birokrasi. Pembahasan tentang politik dinasti menjadi suatu bahan analisa menarik jika dikaitkan dengan kekuasaan dan otoritas seorang penguasa.

Analisis Keadaan

Pemilihan Kepala Daerah telah menjadi kontests politik lima tahunan. Kontestasi politik ini melibatkan beberapa aktor politik ditingkat daerah. Salah satu daerah yang menjadi peserta kontestasi politik daerah di tahun 2020 adalah Provinsi Banten. Di Provinsi Banten, setidaknya ada sejumlah kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan perhelatan pilkada 2020. Diantaranya: Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan.

Di Kabupaten Serang terdapat dua pasangan calon, yaitu Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dan Nasrul Ulum-Eki Baihaki. Di Kabupaten Pandeglang terdapat dua pasangan calon, yaitu Irna Narulita-Tanto dan Thoni Fatoni-Miftahul Tamamy. Di Kota Cilegon terdapat empat pasangan calon,mereka adalah Ratu Ati Marliati-Sokhidin, Ali Mujahidin-Firman Mutakin, Helldy Agustian-Sanuji dan Imam Rohiman-Awab. Sementara itu di Kota Tangerang Selatan terdapat tiga pasangan calon. Mereka adalah Siti Nur Azizah-Ruhamaben, Muhammad-Rahayu Saraswati dan Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Provinsi Banten telah lama menjadi daerah yang dikenal dengan praktik dinasti politik. Di Kabupaten Serang, Eki Baihaki (putra dari  mantan bupati Serang) maju ke ajang kontestasi politik mendampingi Nasrul Ulum dan menantang kekuatan Ratu Tatu Chasanah yang berasal dari dinasti Atut. Sementara itu, pada pilkada Kabupaten Pandeglang, Thoni Fathoni bersama Miftahul Tamamy maju nenantang calon petahanan Irna Narulita dari dinasti Natakusumahh. Di Kota Cilegon, petahanan Ratu Ati Marliati dari dinasti Aat Syafaat melenggang dalam kontestasi politik 2020.

Pilkada Tangerang Selatan tak kalah seru, bukan hanya satu atau dua klan yang maju ke atas panggung pilkada 2020. Di Tangerang Selatan terdapat tiga klan yang melebarkan sayapnyasaat kontestasi pilkada 2020. Siti Nur Azizah merupakan calon walikota yang berasal dari keluarga Wakil Presiden Indonesia 2019-2024, K.H. Ma’ruf Amin. Rahayu Saraswati, calon wakil bupati yang berasal dari klan tokoh politik nasional, Prabowo Subianto. Serta Pilar Saga Ichsan yang maju sebagai calon wakil walikota Tangerang yang berasal dari klan Atut.

Dalam pembahasan mengenai politik, konsep kekuasaan Robert A Dahl menjadi pisau analisa yang menarik. Politik dinasti di Banten menunjukkan bahwa para calon yang maju dalam kontestasi pilkada memiliki pengaruh kuat terhadap masyarakat Banten, sehingga calon dari klan-klan tertentu dapat terus menduduki kursi kekuasaan di daerah Banten.

Konsep Kekuasaan

Dalam kajian pembahasan politik, konsep kekuasaan menempati posisi strategis untuk menjadi pisau analisa. Politik, kekuasaan dan pemerintahan adalah tiga hal yang saling berkaitan. Politik menurut Miriam Budiardjo adalah suatu usaha untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, sementara itu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, maka diperlukan seorang penguasa. Penguasa memiliki hak dan kewajiban serta memiliki beban tanggung jawab untuk memastikan kehidupan masyarakat dalam keadaan baik. Dalam menjalankan kekuasaan, maka penguasa akan menentukan struktur organisasi beserta pembagian tanggungjawab sehingga pemerintahan dapat berjan dengan baik.

Robert A Dahl merupakan salah satu tokoh pakar politik yang merumuskan konsep kekuasaan. Dalam konsep kekuasaan Robert A Dahl, pengaruh menjadi inti pembahasan. Setiap pemimpin memiliki pengaruh kuat terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Dahl menggambarkan konsep kekuasaan sperti berikut: A memiliki kekuasaan atas B, sejauh A dapat membuat B melakukan yang tidak bisa dilakukan B. Dalam konsep Dahl dapat dipahami, bahwa seorang pemimpin akan dikatakan memiliki kekuasaan jika ia mampu membuat masyarakat melakukan sesuatu sesuai arahannya. Selain itu, antara pemimpin dengan masyarakat tidak memiliki jarak yang berarti, jikalau memang ada jarak antara keduanya, maka diperlukan sosok yang menghubungkan keduanya.

Sementara itu, dalam pilkada Banten 2020, dapat diketahui bahwa sejumlah klan yang biasa menciptakan politik dinasti di Banten kembali mengirim beberapa kandidat untuk bertarung dalam kontestasi politik daerah lima tahunan. Dalam ajang pilkada ini, para pasangan calon bupati-wakil Bupati/Walikota-Wakil Walikota akan memperebutkan suara masyarakat untuk mendapatkan legitimasi atas kekuasaan lima tahun ke depan. Siapapun yang mampu memengaruhi masyarakat dengan serangkaian janji politiknya dan mendapatkan dukungan terbanyak dalam pemungutan suara, maka ia akan mendapat legitimasi atas kekuasaan di tanah jawara.

Otoritas

Melihat penjelasan mengenai konsep kekuasaan dari Robert A Dahl, maka dapat dimaknai bahwa pemimpin yang memiliki kekuasaan memiliki otoritas untuk melakukan kooptasi terhadap masyarakatnya. Kooptasi dimaknai sebagai proses diterimanya nilai-nilai atau aturan-aturan baru untuk menggantikan nilai-nilai atau aturan-aturan lama. Secara sederhana, para penguasa memiliki otoritas untuk melakukan pemaksaan dan penundukan masyarakat melalui pengaruh, nilai-nilai dan kebijakan yang ditetapkannya.

Di daerah Banten hampir seluruh dinasti yang mendapat legitimasi dari masyarakat berasal dari Partai Golongan Karya. Kita dapat melihat bahwa klan Atut mendapat sokongan dari Partai Golongan Karya. Pada pilkada 2020 ini, Ratu Tatu Chasanah diusung oleh kekuatan partai-partai besar, salah satunya Golongan Karya dan PDI Perjuangan. Hal serupa juga terjadi dalam pilkada Kabupaten Pandeglang, calon petahanan Irna Narulita dari klan dinasti Natakusumahh mendapatkan dukungan dari 9 partai, salah satunya Partai Golongan Karya. Di Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati dari klan dinasti Aat Syafaat dan calon Walikota Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan juga mendapat sokongan partai pohon beringin.

Sementara itu, dapat kita pahami bersama bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Provinsi Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy juga tidak jauh dari klan Atut dan sokongan Partai Golongan Karya. Dengan gambaran yang telah diabarkan maka dapat dipahami bahwa ada hal unik dalam politik dinasti di tanah Jawara. Hampir keseluruhan dinasti di Banten di sokong oleh kekuatan Partai Golongan Karya.

Jika sebelumnya dalam konsep kekuasaannya, Dahl menekankan pentingnya bagi seorang untuk memengaruhi masyarakat agar mendapatkan legitimasi atas kekuasaan suatu daerah, maka politik dinasti di Provinsi Banten merupakan nilai praktik dari konsep Dahl. Kekuasaan yang telah didapatkan akan membuat para penguasa yang memiliki hubungan keluarga dapat memengaruhi dan memaksa kebijakan-kebijakannya sampai pada masyarakat yang paling bawah.

Otoritas yang tercipta dari kekuasaan politik dinasti akan mencapai di setiap lapisan masyarakat, pengaruh para penguasa akan terasa kuat dan upaya kooptasi akan merata hingga pada lapisan masyarakat terkecil. Sebagai contoh, kebijakan gubernur dalam penggunaan dana PEN di masa Covid-19 untuk pembangunan sport center hanya menuai kritik dari akademisi, mahasiswa dan aktivis daerah Banten. Namun, pemerintah daerah tak menganggap penting kritik yang dilayangkan atas kebijakan tersebut. Ini adalah upaya kooptasi dari penguasa daerah Banten agar masyarakat hanya menerima kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah. Adanya politik dinasti dan latar belakang politik yang sama (hampir seluruh pejabat daerah di Banten disokong oleh partai yang sama), maka menunjukkan bahwa konsep kekuasaan Robert A Dahl telah dipraktikkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Banten. Pengaruh penguasa ada di setiap lapisan birokrasi sehingga meminimalisir pergerakan kritis masyarakat Banten.

Sukmasih

*Penulis adalah pemerhati isu komunikasi, sosial dan politik. Belajar di Prodi Ilmu Komunikasi, Fisip, Untirta.

Riwayat Hidup Penulis

Sukmasih, wanita kelahiran Tangerang 1 Mei 2000 ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ia memperdalam ilmu di bidang konsentrasi Public Relations.

Sejak tahun 2018, Sukmasih bergabung sebagai kader Himpunan Mahasiswa Serang di bidang Dewan Pemberdayaan Perempuan. Pada akhir bulan Februari 2019, ia bergabung sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia. Pada awal tahun 2020, ia bergabung sebagai anggota tim litbang & riset Lembaga Pers Mahasiswa-Orange. Pada bulan September 2020, ia mengelola media citizen journalism SINDANGSARI NET bersama Dr. Idi Dimyati., S.Ikom., M.Ikom.

Nomor handphone/WhatsApp : 085536581274

E-mail : sukmasih123@gmail.com

Akun Instagram : @sukmasih_

Akun Twitter : @Sukmasih_

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here