Pengusaha Belanda Melalui PT Honicel Indonesia Berinvestasi di Tangerang

0
29 views

BANTENKINI.COM, TANGERANG – Belanda kembali ke Indonesia dalam bentuk Kerja sama, setelah panjangnya hubungan yang kaya antara Belanda dan Indonesia di masa lampau mulai dari perdagangan rempah dan beberapa kesamaan antara budaya dan bahasa Indonesia dan Belanda.

Di era sekarang ini banyak pengusaha Belanda yang memperluas jaringan bisnis untuk market Indonesia.

Penanaman modal asing ini dinilai sangat membuahkan kepada dua belah pihak karena dinilai dengan investasi ini kedua pihak bisa tumbuh bersama di era yang sangat penuh tantangan ini.

Akan tetapi banyak yang menilai investasi di Indonesia itu high risk karena beberapa factor seperti, rawan nya gempa dan banjir, banyak nya demo yang terjadi dan infrastruktur yang kurang memadai.

Di luar itu semua baik dari sisi pro dan con nya, Investasi di Indonesia masih cenderung sangat diminati oleh pihak asing dan sangat didukung oleh Presiden Jokowi, seperti yang saimpaikan dalam visi misi nya dalam periode 2019-2024, salah satu nya adalah memudahkan dan mengundang investor asing untuk membuka lahan pekerjaan dan kesempatan baru bagi Indonesia.

Hal ini pun mengundang banyaknya  lini bisnis baru untuk mulai produksi lokal di Indonesia. Hal itu pun di ungkapkan oleh Managing Director Michael Bestari PT Honicel Indonesia. Ia mengatakan salah satu expansi atau bentuk kerja sama antara Belanda dan Indonesia adalah PT Honicel Indonesia, yang mana Kerjasama ini adalah satu dari sebagian banyak contoh antara bentuk kerja sama bilateral kedua Negara tersebut.

“PT Honicel Indonesia mendirikan pabrik pertama nya di Tangerang Indonesia dan selanjutnya akan mendirikan pabrik nya di Surabaya dan Semarang dalam waktu dekat ini. Adapun lini bisnisnya mencakup kertas honeycomb yang di peruntukan dalam industry furniture dan pintu.” Katanya, Rabu (23/9/2020).

PT Honicel Indonesia juga memproduksi dan mendorong Industri export untuk go green dengan menggunakan produk nya untuk  mengurangi pemakaian dan penceramaran lingkungan yang disebabkan oleh Styrofoam.

“Honicel Indonesia pun bertumbuh cepat karena dukungan masyarakat yang semakin peduli terhadap lingkungan. Diharapkannya dengan adanya fasilitas atau produksi lokal yang memadai baik dari kualitas dan kapasitas, konsumsi pasar export akan kebutuhan nya untuk packaging yang go green bisa terpenuhi oleh Honicel Indonesia.”ungkapnya.

“Pemakaian sekarang ini meningkat pesat dari pabrik-pabrik yang export karena buyer diluar sana minta semua pengiriman sampai Negara mereka harus go green dan tidak boleh ada Styrofoam”jelas Michael yang juga selaku pemegang saham lokal PT Honicel Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here