Penentuan Masjid Agung, Aspek Fiqih Harus Jadi Pertimbangan Pemkot

0
9 views

BANTENKINI.COM, SERANG – Dalam membangun masjid Agung Kota Serang, Pemkot harus mempertimbangkan unsur fiqih, dimana ketika akan membangun masjid minimal ada 40 mustautin atau masyarakat yang menetap.

Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kota Serang Kiai Haji Matin Syarkowi menyikapi lokasi Masjid Agung Kota Serang yang disepakati di Masjid Ats-Tsauroh kembali ditinjau ulang oleh Pemkot Serang, Selasa (17/3).

Dikatakan KH Matin meninjau dari aspek fiqih menjadi penting karena, masjid bukan hanya sebatas bangunan, tetapi akan digunaan sebagai tempat ibadah.

“Jadi bukan hanya karena alasan letaknya yang strategis atau ikon Kota Serang, tapi dari unsur fikihnya harus dipertimbangkan,” kata pimpinan Ponpes Al Fatoniyah itu.

Menurutnya, pembangunan Masjid akan berhubungan dengan pelaksanaan sholat Jumat. Jika dalam satu kampung terdapat dua masjid, padahal satu masjid saja sudah bisa menampung jemaah.

Maka, saat takbiratul ikhran harus bersamaan antara masjid satu dan lainnya. Jika tidak bersamaan, maka Jumatnya batal semua.

“Ini kan soal masjid, bukan mau bangun pasar, buka sekedar ramai, bukan sekedar strategis, tapi ada aspek ibadah yang ada tata aturan,” ucap dia.

Kemudian, ujar dia, jika pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Kota Serang, sangat berdekatan dengan masjid-masjid lainnya yang berada disekitar Alun-alun. Sehingga, pada masa Bupati TB Suwandi para ulama menolak pembangunan Masjid di Alun-alun.

“Selain itu, dalam ilmu Fikih pelaksanaan sholat Jumat harus ada penduduk setempat, sedangkan di Alun-alun siapa penduduknya,” ujarnya.

Jika dari aspek ilmu fikih dikaji, kata dia, Masjid Ats-Tsauroh lebih tepat menjadi Masjid Agung Kota Serang.

Selain sudah dikenal sebagai Masjid Agung Kota Serang, Masjid Ats-Tsauroh juga sudah disepakati antara ormas islam dan Pemkot Serang sebagai Masjid Agung Kota Serang, proses penetapan itu melalui petemuan (Musyawarah) yang panjang.

“Saya ingin ketegasan dari wali kota, Masjid Ats-Tsauroh sudah disepakati sebagai Masjid Agung dan melalui proses yang panjang,” ujarnya.(Rizki).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here