Netizen Berperan Wujudkan Kemajuan Indonesia

0
9 views

Oleh : Dea Anggraini )*

Saat pemerintah mengeluarkan UU atau kebijakan baru, maka netizen hendaknya bijak serta menanggapinya dengan status positif di media sosial. Dukungan mereka sangat diperlukan agar kemajuan Indonesia dapat segera terwujud.
Sejak era reformasi tahun 1998 kebebasan berpendapat menggema di seluruh Indonesia. Kemerdekaan itu terus dilanjutkan sampai era media sosial booming. Sayangnya ada yang menyalahartikan kebebasan itu lalu membuat status di Facebook atau tweet di Twitter yang intinya menyalahkan pemerintah. Padahal bisa jadi mereka hanya termakan hoax mentah-mentah.
Banyaknya berita palsu memang memusingkan karena netizen cenderung terburu-buru membacanya lalu menyebarkannya, karena emosi dengan caption yang disertakan. Padahal hoax memang sengaja diproduksi untuk mempengaruhi masyarakat. Sebagai warganet yang bijak, sebaiknya kita memeriksa kebenarannya sebelum memencet tombol share dan jangan terpancing kemarahan.
Untuk mencegahnya, maka diadakan gerakan sebar konten narasi positif di media sosial. Tujuannya agar masyarakat memperoleh informasi yang valid dan mendukung kebijakan pemerintah. Serta membangun rasa optimis dan memberangus efek negatif hoax di masyarakat.
Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengadakan acara untuk mendukung program pemerintah, termasuk penanganan corona di Indonesia. Juga me-launching gerakan sebar konten positif di masyarakat. Dalam acara podcast siaran langsung tersebut, netizen, terutama generasi muda, diajak untuk tetap optimis dan berpikiran terbuka.
Rusdil Fikri, Ketua FPMSI menyatakan bahwa organisasinya membangun kerja sama antar netizen dan generasi muda. Tujuannya agar mereka bersatu dalam mendukung setiap kebijakan pemerintah. Dalam artian, jika bukan warga negara Indonesia yang mendukung pemerintahnya, siapa lagi?
Gerakan narasi positif sangat diperlukan untuk mendukung program pemerintah, karena kekuatan media sosial sangatlah besar. Jika ada 1 saja yang membuat status berisi pro kebijakan pemerintah, misalnya mendukung UU Cipta Kerja, maka akan di-share dan dibaca lebih banyak orang. Pembaca status itu akan membludak dan mereka akan ikut mendukung juga.
Selain itu, sikap optimis sangat diperlukan di tengah pandemi. Karena pikiran positif akan menghasilkan aura positif. Perasaan jadi bahagia dan muncul semangat untuk hidup sehat dan rajin bekerja. Jika kita terus optimis maka akan meningkatkan rasa bahagia. Hormon kebahagiaan akan memberi efek baik pada tubuh dan membuat antibodi meningkat.
Kebalikannya, jika kita terus berpikiran negatif dan mudah percaya hoax, maka wajah akan penuh dengan aura gelap. Perasaan jadi berat dan tubuh dipenuhi dengan ion negatif. Padahal menurut Dokter Masaru Emoto, air berubah sesuai dengan perasaan. Jika manusia berpikiran negatif maka molekul dalam cairan darahnya bisa berubah dan berefek negatif pada kesehatan.
Oleh karena itu kita wajib berpikiran positif dan membuat status positif juga. Selain bisa meningkatkan imunitas tubuh dan menolak serangan virus covid-19, status positif akan berpengaruh ke mindset. Ketika selalu memelihara positive thinking, akan menarik keberuntungan dan hidup jadi penuh berkah.
Status positif pada program pemerintah juga dilakukan untuk mendukung Presiden beserta stafnya. Kita percaya beliau mengambil keputusan terbaik bagi masyarakat dan tidak pernah bermaksud untuk mencelakakan rakyatnya. Seluruh Perpres, PP, dan UU dibuat dan diputuskan dengan hati-hati serta matang, demi keadilan dan kesejahteraan bersama.
Hendaknya netizen terus membuat status positif di Facebook atau Twitter, karena rasa optimis bisa membuat imunitas tubuh lebih kuat. Selain itu, dukungan warganet dengan membuat tweet positif dan pro pemerintah sangat bermakna, karena mereka menunjukkan kiprahnya sebagai warga negara yang baik. Ayo dukung terus program pemerintah di media sosial.
)* Penulis adalah pegiat literasi digital di Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here