Napi Rutan Rangkasbitung Jalani Deteksi Dini HIV AIDS

0
10 views

BANTENKINI.COM, RANGKASBITUNG – Rumah Tahanan Negara Klas IIB Rangkasbitung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menggelar deteksi dini kesehatan melalui kegiatan Sero Survei HIV/ AIDS dan sifillis bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berlangsung di Ruang Aula Rutan Rangkasbitung, Lebak, Banten. Selasa (05/11)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim medis dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan tim kesehatan PKM.

Dede Ukmartalaksana selaku Kasubsi Pelayanan Tahanan menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk perwujudan untuk memberikan layanan kesehatan bagi WBP.

“Apresiasi utamanya kami sampaikn kepada seluruh tim medis yang sukarela hadir ke Rutan Rangkasbitung, semoga kerjasama ini bisa kita tingkatkan selanjutnya untuk layanan kesehatan lainnya. Tentunya kami berharap semoga kegiatan ini bermanfaat khususnya bagi deteksi dini kesehatan terkait bahaya HIV/AIDs dan penyakit Sifillis, kami bersama dokter di sini akan terus memonitor semoga disini tidak ada yang terjangkit,” ujar Dede pria asli pandeglang ini.

Senada dengan Kasubsi Yantah, Tim medis Rutan Rangkasbitung, dr. Nurcholida mengatakan bahwa kegiatan ini merupkan implementasi program menuju indonesia sehat.

“Survey HIV/Aids dan sifillis ini merupakan metode kesehatan yang berfungsi sebagai deteksi dini, kita melakukan deteksi kesehatan sejak dini, jangan sampai terjangkit, kita mulai pola hidup sehat utk masa depan kita dan generasi kita selanjutnya,” ujar dr. Ida sapaan akrabnya

Hal yang sama juga disampaikan koordinator tim kesehatan, Bd. Leni menyampaikan bahwa kegiatn ini terselenggara berkat sinergi program dinas kesehatan dengan Rutan Rangkasbitung.

“Jika biasanya kita menggelar VCT mobile di sini, saat ini kita gelar Sero Survei Deteksi dini HIV AIDS dan sifillis, kegiatan ini adalah sinergi lanjutan program kita dalam memastikan dan memberikan layanan kesehatan bagi masyrakatat dan WBP Rutan Rangkasbitung khususnya. Semoga kegiatan ini bisa merubah pola hidup sehat WBP dan sejak dini menjaga kesehatanya, karena yang bisa memastikan kesehatan adalah mereka sendiri,” pungkasnya

Sementara itu, tanggapan salah satu WBP, sebut saja LHD menyebut bahwa pertamanya ia amat khawatir mengikuti kegiatan ini, namun ia selanjutnya sadar dan tercerahkan bahwa sehat itu mahal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here