MUI BANTEN & SOSOK ABAH HAMDI MA’ANI

0
367 views

Penulis : Uung Ibnu Shobari (Sekjen FSPP Pandeglang – Sekmis Ekonomi MUI Pandeglang)

Ketentuan Allah tidak akan pernah bisa dipisahkan dari ikhtiar hamba-Nya, bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) berada di NKRI secara legal bukan semata majelis kaleng-kaleng melainkan justru telah memberikan keleluasaan peranan terhadap Ummat agar senantiasa mampu membuktikan nilai-nilai Aqwaamu Dunyaa, yaitu : ‘Aalimul Ulama, ‘Aadilul Umaraa, Askhal Aghniyaa dan Du’aaul Fuqaraa.

Belum saja lembaran tulisan ini dipersembahkan dan seabreg kegiatan keummatan di Indonesia telah mendapatakan sorotan tajam terhadap apa yang dipersembahkan oleh MUI untuk bangsa ini, tiada lain juga karena di dalamnya MUI telah memberikan wawasan kebangsaan yang sejatinya memerlukan formulasi dan daya ukur berkehidupan beragama dan bernegara sebagai otokritik terhadap Majelis Keulamaan ini menjadi wadah yang mampu menyerap harapan Ummat.

Tepatnya pada hari Ahad, tanggal 1 Jumadil Ula 1443 bersamaan dengan tanggal 4 Desember 2021 Banten kini memiliki sosok baru di tubuh DP MUI PROVINSI BANTEN terpilihnya Al-Mukarram Abah K.H. TB. Hamdi Ma’ani menjadi Ketua Umum MUI Banten saat suasana sedikit berteka-teki pada pukul 23.49 WIB telah sah dan disepakati pada Sidang Formatur sebanyak 13 orang memutuskan dan mengumumkan formasi susunan pengurus MUI BANTEN Masa Khidmat 2021 – 2026. Teka-teki ini terus gayung bersambut indah dan tak ada rekayasa bersarat politis bahwa MUSDA MUI V PROVINSI BANTEN yang diadakan di PUSPIPTEK Tangerang Selatan telah menunjukan betapa para Alim Ulama Banten telah berupaya memberikan layanan terbaiknya untuk Ummat.

SIAPA SEJATINYA ABAH HAMDI MA’ANI ?

Sosok tokoh yang apa adanya ini telah mengantarkan dirinya menjadi cermin keulamaan di Banten pada momentum terbaiknya, setelah sedikit mengenal MUI bersamanya dan bahkan baru saja kemaren berseloroh dengan beliau di Hotel S’Rizky Pandeglang beliau memberikan banyak wejangan kepada para DP MUI Pandeglang, betapa apa yang kita hadapi saat ini di Banten khususnya telah menjadi sorotan dunia Internasional dengan icon lingkungan ke-Islaman dan nuansa penuh rahmat dari Allah SWT tidak ada kata lain yang disampaian Abah Hamdi Ma’ani adalah urusan amanah dan kealiman seseorang setelah menjadi bagian dari MUI. Abah dikenal cukup moderat dari kalangan NU berbasis kultur yang kental dengan sajian nilai-nilai Mathla’ul Anwar, maka tidak salah beliau adalah sosok dan figur MALNU yang sejatinya juga telah mampu melahirkan Perguruan Islamnya mencapai 4.600-an Santri yang terserap di Menes Pandeglang.

Tidak cukup dengan itu, sejak 5 (lima) tahun terakhir juga memimpin MUI Pandeglang dengan ciri khasnya yang apa adanya dan sangat Indonesianis – Humanis tak lekang dengan penampilan sarung dan peci hajinya melekat sambil tetap terus berusaha tersenyum, walau juga sering kali memberikan pernyataan kontroversial atas keberaniannya mendudukan diri untuk siap netral dalam hal apapun dengan dalih bahwa wujud dakwah adalah Rahmatan Lil’alamin. Belum genap 3 (tiga) bulan menjabat Ketum MUI Pandeglang pada periode berikutnya, setelah resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketum MUI Pandeglang pada MUSDA V MUI BANTEN kemudian ikut pencalonan Ketum MUI Provinsi Banten, segalanya telah merubah keadaan terhadap dirinya dan Allah menghendakinya kini menjadi figur sentral MUI Banten dan mengampu amanah besar, hingga ucapan malam Ahad saat itu beliau sampaikan “ Inaalillaahi wa Inaa Ilaihi Raaji’un, semoga ini adalah langkah untuk kebaikan MUI dan kebaikan kita semua “, tukasnya saat tengah malam terpilih resmi menjadi Ketum MUI Provinsi Banten.

Sarat dengan catatan penting ketika beliau Abah Hamdi ditambahkan di beberapa grup medsos sekalipun beliau adalah sosok yang selalu siap bergabung dan selalu ingin mengenal dengan siapapun, sebut saja sekalipun hanya grup WA sekedar untuk silaturahmi beliau tetap saja mampu menyeimbangkan pola dakwah yang terus berupaya untuk apa adanya. Berdasarkan analisis empiris Penulis (UIS) sejak beliau bergabung di WAG Kampung Santri – Indonesia yang diinisiasi oleh UIS di Bojong Pandeglang, pada akhirnya beliau juga mau tetap down to earth dan mau datang bersilaturahim dengan kaum muda yang sejatinya masih jauh dari perhelatan ke’aliman, itulah maka dengan bukti-butki otentik empiris dan akademis beliau layak diapresiasi sebagai sosok ULAMA SIGMA (Moderasi Beragama) versi MPP Madeenah Indonesia.

Rentetan perjalanan hasil riset akumulatif dakwah oleh Penulis bahwa tatapan dan geraknya AYH (Abah Yai Hamdi, red.) urusan pergerakan organisasinya Insya Allah tidak ada diragukan lagi dan mampu menyeimbangkan pendekatan Pesantren, Akademis, Lingkungan serta Kearifan Pendidikan Lokal yang sejatinya telah mampu mengantarkan AYH menjadi orang nomor 1 di MUI Provinsi Banten.

Teringat saat gegap gempita perhelatan HSN 2018 silam saat itu pula nyaris mendekati 3000-an berkumpul di alun-alun Pandelang saat itu dan Abah Yai Hamdi selaku Ketum MUI Pandeglang selalu menyerukan “ Jema’ah Menes dari MALNU siap turun ribuan ke Pandeglang jika dibutuhkan oleh Ummat ” begitu kalau beliau bertutur. Belum lagi baru-baru ini AYH juga dinobatkan menjadi Wakil Ketua WANTIMPRES (Dewan Pertimbangan Presidium) FSPP Kabupaten Pandeglang Masa Bakti 2021 – 2026 dalam sambutannya saat acara Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja VI beliau dengan gigih dan tidak terbata-bata bahwa cermin kemulian NKRI adalah Para Kyai, Para Ulama dan Para Santri, maka MUI dan FSPP tidak bisa dipisahkan ibarat dua mata uang yang saling membutuhkan satu sama lain.

Penegasan lain yang agak sedikit nyeleneh dari AYH adalah karakter “tawaazun – penyeimbangan” dari pelbagai sektor pandangan dalam beragama, bernegara dan berbangsa. Bahwa beliau selalu menegaskan NKRI itu adalah rumah kita dan jangan sekal-kali kita BERTAMU DI RUMAH SENDIRI. Sentilan-sentilan beliau terhadap Pemangku Jabatan Negara pun tak ayal Abah Hamdi yang dikenal apa adanya tiada lain juga begitu tumbuh dzurriyat keulamaannya dari negeri Menes Pandeglang yang nyata-nyata satu kawasan yang sarat dengan pelbagai keragaman Perguruan Islam dengan sendirinya tumbuh dengan baik satu sama lainnya, baik pendidikan formal, in-formal maupun non-formal.

Dalam catatan UIS (Penulis) mengenal AYH tiada lain adalah seorang Tuan Guru, Ulama, Orang Tua dan sekaligus Mentor Kemasyarakatan bahwa apa yang selama ini bisa diserap dari keberadaanya sekarang menjadi Ketum MUI Provinsi Banten tiada lain merupakan harapan bagi kaum muda yang terus ingin belajar bagaimana sejatinya kita menempatkan diri sebagai hamba Allah sebagai Khalifah di muka bumi ini untuk terus mau berbuat dan bergerak. Kalimat ini dipertegas dalam firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Mulk : 15 “ Dialah yang menjadikan muka bumi ini untuk kami agar mudah dijelajahi, maka jelajahilah dari segala penjurunya dan makanlah dari apa yang ada di muka bumi sebagian dari rezeki dari-Nya, karena hanya kepada-Nya lah kamu akan kembali setelah dibangkitkan “. Satu diantara kajian rutinitas Tadabbur Qur’an yang selalu diketengahkan di muka bumi ini telah dibuktikannya mudah-mudahan kita termasuk golongan yang siap menerima amanah yang berat ini dari Yang Maha Segalanya.

ESTAFET KEPEMIMPINAN DR. H. AM ROMLY

Sosok yang dikenal kalem dan lembut ini, tiada lain adalah putra daerah Banten yang fasih Berbahasa Perancis selalu menyapa dengan kelembutannya dan celoteh-celoteh yang mencerminkan kuat secara kultur kearifan lokal Banten walau dengan seabrek jabatan-jabatan saat menjadi Birokratnya telah menunjukan nilai-nilai keulamaannya penuh dengan kuatnya sistematika kelembagaan MUI dibawa olehnya dengan penuh ahsan-kebaikan. Estafet kepemimpinan dalam kajian Islam bukan sesuatu yang tabu dan telah diajarakan dalam pedoman Al-Qur’an dan Hadeeth. Sisi lain dan lebih-lebih di wadah MUI yang penuh dengan Sumber Daya Manusia sesuai keahliannya, tiada ada kalimat yang tepat bahwa Sunnatullah akan tiba dan saatnya terjadi termasuk urusan kepemimpinan.

Dalam pembacaan putusan Tim Formatur MUI Banten yang dibacakan tengah malam oleh Eks Ketum MUI Banten Dr. K.H. AM. Romly betul-betul telah menggugah keadaan dari keheningan malam terasa hangat dan menyemangati selimut malam bahwa di Gedung Puspiptek Tangerang Selatan puluhan Ulama tengah berjuang sebagaimana yang Islam ajarkan bahwa : Kata Rasulullullaah “ Kullukum Ro’in, Wakullukum Mas Ulun ‘An Ro’iyyatihi “, artinya setiap kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Ini semua telah dibuktikan oleh AMR selama kurun satu dasa warsa (10 tahun) menjabat Ketua Umum MUI Provinsi Banten, tiada lain hanya bisa menyampaikan ucapan terima kasih kepadanya atas nilai baktinya yang selama ini telah mempertaruhkan segalanya terhadap agama, negara dan bangsa.

Di sela-sela obrolan santai bersama AMR saat acara Sosialisasi Moderasi Beragama di Hotel Forbis Keramat Watu pada tanggal 28 November 2021 atas inisiasi MUI PUSAT Komisi Kerukunan Umat Beragama dan Kementrian Agama RI betul-betul telah mewujudkan MUI dan KEMENTRIAN AGAMA RI keberpihakannya terhadap Ummat terus saling menguatkan Insya Allah. Penulis menyempatkan bertanya kepada Abah Romli “ Abah tetap saja jadi Ketum lagi di MUI Banten,” tanya UIS, “ Nggak lah sudah tua, saatnya para generasi melanjutkannya “ begitu mudah dan tanpa beban dengan ketulusannya beliau bertutur dengan lembut dan tersenyum. Kini semuanya terbukti, bahwa estafet kepemimpinan MUI beralih dari AMR ke AYH.

MUSDA MUI DIBUKA GUBERNUR WH

Bukan sosok Wahidin Halim kalau tidak berbeda, apa yang berbeda dari Gubernur Banten ini selalu tampil beda dan semangat kalau bergandengan dengan para Kyai dan Ulama. Dalam sambutan resminya WH menyampaikan harapan besar terhadap MUI Banten menjadi pilar dan garda terdepan melahirkan generasi Islam di negeri Banten yang sama-sama kita cintai ini. Sisi lain WH mengajak kepada siapapun untuk melakukan teroban dengan gencar memiliki Rumah-rumah Tahfidz, agar senantiasa memiliki banyak generasi Qur’ani yang mampu membawa Banten berakhlakul karimah berdasarkan Qur’an dan Sunnah.

Kiblat pergerakan Islam berdasarkan sejarah, betapa Banten telah diperhitungkan di mata Internasional sejak lama dengan begitu banyaknya sumber-sumber literatur di Perpustakaan Daerah Provinsi Banten dokumen-dokumen tahun 1930-an sebelum Indonesia merdeka Banten telah memiliki banyak potensi yang mencerminkan perkembangan peradaban dunia. Bukti bahwa MUSDA V MUI Banten ini dibuka oleh Gubernur Banten yang selama kurang lebih 3 (tiga) hari dilaksanakan di Tangerang Selatan, nyata-nyata ini merupakan dukungan WH terhadap kelembagaan MUI jadi tolak ukur Banten yang kerap kali telah dianggap menjadi rumpun Ulama, atas keta’dhiman kita semua kepada Syeikh Nawawi Al-Bantani tak bisa dipisahkan dari ruh-ruh dan kejiwaan Wong Banten untuk terus mau bergegas lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi.

PARA TOKOH BANTEN BERSIMPUH KETAWADHUAN

Dereratan para Tokoh Agama, Tokoh Kemasyarakatan dan Tokoh Akademis-Perguruan tumplek di perhelatan MUSDA MUI Banten dengan begitu luar biasanya bahwa indikator kepemimpinan MUI Banten 2 (dua) sebelumnya juga sudah gemuruh diperbincangkan dan telah muncul nama-nama para Ulama yang terserap dengan sistem Polling, Rekomendasi dan langkah-langkah lainnya untuk mendapatkan tokoh sentral keulamaan Banten setidaknya mampu mewakili sumber kehadirannya atas nama Ummat.

Deretan yang sarat muncul kepermukaan adalah Prof. Dr. K.H. Syibli Sarjaya, LML, MM, K.H. Mahmudi, M.Sc, Dr. H. Bazari Syam, M.Pd, Drs. K.H. Raslan Dahlan. M.Ag, Prof. Dr. Suparman Usman, S.H, M.H, Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A dan K.H. Zainal Abidin, Lc, MA serta para tokoh lainnya yang tidak bisa disebutkan pada tulisan ini mereka adalah putra-putra terbaik Banten yang dengan keilmuan dan ketokohannya tidak diragukan lagi. Dengan niat bismillah, atas ketawadhuan mereka dengan sama-sama menyepakati bahwa kepemimpinan harus jatuh kepada Abah K.H. Tb. Hamdi Ma’ani telah diamini semua dan betul-betul menghasilkan formasi ideal versi MUI Banten Insya Allah.

Lebih-lebih Ketua Dewan Pertimbangannya dinahkodai oleh Profesor Syibli bersama Sekretarisnya Profesor Fatah Sulaiman, melengkapi sudah pergerakan MUI Banten akan mampu memberikan selalu yang terbaik di mata Ummat dengan begitu banyak tantangannya di zaman yang serba berbasis millenial dan digitaliasi program-program kerja Lokal, Regional, Nasional maupun Internasional.

Ditetapkannya Ketua Umum MUI PROVINSI BANTEN adalah K.H. Tb. Hamdi Ma’ani (Pandeglang) dan Sekretaris Umumnya adalah Drs. H. Abdul Rozak (Tangerang Selatan) dengan sederat para Ulama lainnya menjadi Waketum, Para Ketua dan Wasekum dan Para Sekretaris lainnya. Luar biasa menjadi catatan terbaik Penulis di penghujung tahun 2021 ini dan akan menghadapi tahun 2022 tiada lain harapannya adalah kebangkitan Umat Islam sangat berdasar terhadap pijakan para Alim Ulamanya dari pelbagai basis pergerakan Islam yang tentunya tidak menapikan atas keberpihakannya Ormas-ormas Islam lainnya yang juga berada di negeri Banten. Tepat hari Ahad, 1 Jumadil Ula 1443 tertanam dalam benak UIS-Penulis bahwa ini sesuai dengan makna Jumadil Ula – Ketetapan Awal bahwa segalanya adalah atas dasar ketentuan Allah SWT, bahwa kita semua telah diperintahkan oleh-Nya untuk menguatkan diri di Surat Terakhir ANNAAS harus memiliki dasar qanoon Islam bahwa Allah itu Rabbinaas, Malikinnaa, Ilaahinnaas maka dengan 3 kekuatan itu manusia sebagai makhluk yang lemah terhindar dari Yuwaswusi Fie Shudoorinnaas, Wallaahu A’lamu Bisshowwab. (oenkmms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here