MBI Beri Pelatihan Hydroponic Urban Farming

0
37

BantenKini.com KOTA TANGERANG – PT Multi Bintang Indonesia Tbk bersama komunitas Hitara (Hidroponik Tangerang Raya) memberikan pelatihan hydroponic urban farming bagi 50 orang perwakilan kelompok masyarakat Gerendeng Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Kelurahan Kutabumi dan Kelurahan Sindang Sari Kabupaten Tangerang, Sabtu 2 November 2019.

Pada pelatihan ini kelompok masyarakat diajarkan teknik dan teori hydroponic urban farming metode tradisional dan modern yang bisa menyesuaikan dengan kondisi bercocok tanam di tengah perkotaan. Dimana barang bekas dan lahan terbatas bisa dimanfaatkan dan menguntungkan baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Herwanda Karli, Stakeholder Relations Manager PT Multi Bintang Indonesia (MBI) mengatakan program ini merupakan bagian program Brewering a Better World PT MBI Tbk khususnya Growing with Communities.

“Dimana melalui pendampingan baik moril dan materil pada jangka waktu tertentu ke kelompok masyarakat, output-nya selain mereka bisa melakukan kegiatan bercocok tanam dengan cara yang presisi,” papar Herwanda Karli di kantornya.

Ditambahkan Herwanda Karli, selain itu juga bisa membantu mereduksi sampah dengan cara memanfaatkan barang-barang bekas untuk dijadikan media tanam hidroponik dapat menghasilkan sayuran organik menyehatkan serta bernilai dagang ekonomis (sirkular ekonomi).

Jean Aprilla, instruktur Hitara mengatakan saat ini tanah sudah sulit untuk didapat dan lahan juga semakin sempit untuk kegiatan bercocok tanam. Solusinya adalah hidroponik, yang hanya menggunakan sedikit tanah serta lahan untuk media tanam.

“Hidroponik juga tidak menggunakan pestisida serta sangat hemat air 90%. Perawatan pun selain mudah, biayanya juga terjangkau,” beber Jean Aprilla.

Sementara itu Eli Suhaeli, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kel Gerendeng Kecamatan Karawaci Kota Tangerang mengungkapkan dalam pelatihan ini Komunitas Grenpik mendapat pembelajaran terkait hidroponik modern yang rencanaya akan diimplementasikan bersama hidroponik sederhana yang saat ini sudah hampir satu tahun berjalan dengan estimasi pemasukan penjualan sebesar Rp 5.000.000 untuk ke depannya dapat berkembang lebih positif.

“Diharapkan ke depannya hydroponic urban farming ini selain bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, juga dapat menjadi bagian program masyarakat luas di bidang lingkungan melalui pelatihan kelompok masyarakat khususnya budidaya sayuran organij yang mendatangkan kontribusi ekonomi dan sosial,” terang Eli Suhaeli.***

Ateng Sanusih 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here