Mantan Menteri Pertanian RI Anton Berikan Contoh Menyangkul dan Bercocok Tanam

0
16 views
Mantan Menteri Pertanian RI asal Banten Prof. Anton Apriyantono hadir di kawasan Wisata Halall Baduy Outbond Baros, Serang, Banten yang dinahkodai oleh Hasan Gaido Group.

BANTENKINI.COM, SERANG – Di saat yang tepat, Hadir mantan Menteri Pertanian RI asal Banten Prof. Anton Apriyantono di kawasan Wisata Halall Baduy Outbond Baros Serang Banten yang dinahkodai oleh Hasan Gaido Group. Bertepatan dengan tanggal 4 Rajab 1443 merupakan satu anugerah Illahi, bahwa saat awal pembukaan Prof. Anton sampaikan tiada lain selalu mengutip hadits Nabi tentang mental menanam.

” Jika kita memiliki lahan, maka tanamilah ! Apabila belum sanggup untuk dikelola dan ditanami, maka berikanlah kepada saudara kita untuk dikelola “, ujar beliau saat baru tiba di BO (Baduy Outbond, red.) sambil membawa bibit pisang Cavendis yang mau ditanam.

Pesan ini, sungguh memberikan ruang yang begitu luas bahwa hidup ini tiada lain adalah membekali diri dengan nilai-nilai produktif. Dalam bincang-bincang urusan program Ketahanan Pangan hadir pula dari unsur Akademi UNTIRTA, PUB, FSPP, INTANI, BISNIS BANTEN yang semunya sepakat untuk saling menguatkan satu sama lain dengan terus berbagi ilmu, pengalaman dan jaringan

Disampaikan oleh Dr. Fadlullah yang juga sekaligus Sekjen FSPP PUSAT Provinsi Banten sangat mengharapkan keistimewaan produk hasil bumi Banten ini saatnya wajib dieksekusi secara cepat dan massif agar senantiasa memberikan peluang kepada masyarakat untuk mau berbudidaya.

Sebut saja ada Ardi Maulana, pengusaha muda Talas Beneng asal Pandeglang ini sekaligus waktu merintis usahanya hanya sambilan, dikarenakan masih berprofesi Satpam di salah satu perusahaan. Segmen ini menariknya lagi ditambah penegasan dari pihak UNTIRTA, bahwa Banten telah memiliki Guru Besar Talas Beneng.

Sambil santai menemui Prof. Anton, Uung Al-Muhiebby – Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di FSPP Provinsi Banten sangat menggarisbawahi mental attiude para generasi muda khususnya, harus memiliki peranan mendasar dalam bertani guna menjalankan program ketahanan pangan ini di masa pandemi COVID – 19 ini. Intinya adalah kembali terhadap diri kita dan lingkungan sekitar sekiranya melihat banyak potensi lahan tertidur, maka tak ada salahnya untuk saling bekerja sama untuk ditanam dengan tumbuhan yang menghasilkan.

Hadir pula Kyai Salman Al-Jabali Pesantren Al-Kirom Saketi Pandeglang yang kini tengah meroket hasil pertaniannya juga langsung dibidik pihak Bank Indonesia Orwil Banten dan Pemda Pandeglang yang akan diberikan perhatian khusus untuk program tani Holtikultura, guna menjadi model untuk Pesantren-pesantren yang sejenisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here