Mahasiswa dan Alumni STISIP Yuppentek Curhat, Minta Bambang Kurniawan Mundur dari Ketua

0
45 views

BANTENKINI.COM, KOTA TANGERANG – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek Tangerang, Bambang Kurniawan didesak untuk segera mundur dari jabatannya karena dinilai telah mencederai institusi tersebut.

Desakan itu dilontarkan Direktur Hubtarga Iluni STISIP Yuppentek, San Rodi Kucay dalam curhat mahasiswa dan alumni yang digelar depan kampus tersebut, Kawasan Pendidikan Cikokol Kota Tangerang, Rabu petang 29 Juli 2020.

Dalam curhat mahasiswa dan alumni itu Kucay menyampaikan tiga persoalan, yakni turunkan Ketua STISIP Yuppentek, stop politisasi kampus dan reformasi manajemen kampus. Menurut Kucay, kegiatan Bambang Kurniawan mencedarai institusi STISIP Yuppentek.

“Ketua STISIP Yuppentek itu ASN di Pemkot Tangerang, namun melakukan demo terhadap Pemkot Tangerang,” beber Kucai terkait aksi Bambang beberapa hari lalu.

Selain itu, Kucai juga mendesak adanya perbaikan manajemen kampus. Dikatakannya, kini kampus tersebut tampak makin merosot.

“Saya minta dengan hormat Kang Mas Bambang beserta civitas akademi agar lebih meningkatkan pendidikan di STISIP Yuppentek,” lontar Kucay.

Kucay menambahkan sebelum curhat mahasiswa dan alumni digelar, telah tersiar hoax di whatsapp bahwa aksi tersebut chaos.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Alumni (Iluni) STISIP Yuppentek, Kaonang mengungkapkan pihaknya mendapat hoax tersebut dari anggota Iluni. Untuk menjaga physical distàncing, sejumlah alumni sekolah tinggi tersebut tidak turut bersama Kucay, mereka memantau di luar lokasi.

“Sejujurnya kita orang yang sangat mencintai kampus STISIP Yuppentek. Kampus ini perlu evaluasi bersama. Kalau di satu pihak menyatakan sukses banget, di lain pihak kita harus mampu mengevaluasi. Kalau kita ga mampu mengevaluasi, ya selamanya kampus itu seperti ini, stagnan. Ini tidak bisa dibiarkan, harus ada reformasi manajemen,” ungkap Ketua Umum Iluni STISIP Yuppentek, Kaonang.

Ditegaskannya, jangan sampai Ketua STISIP Yuppentek sibuk melakukan hal-hal di luar, padahal kampus memerlukan pemikiran konsentrasi dari ketua. Ini, sambung Kaonang adalah urusan internal, orang lain tidak perlu ikut campur.

Penasehat ikatan alumni tersebut, Marwan menegaskan Ketua STISIP Yuppentek sebagai aparatur sipil negara (ASN) jangan berpolitik praktis. Bila ingin berpolitik praktis, maka jangan jadi ASN. Sebagai alumni, kata Marwan pihaknya keberatan dengan sepak terjang ketua sekolah tinggi tersebut yang melakukan aksi turun ke jalan.

Sekretaris Iluni STISIP Yuppentek, Budi Permana mengungkapkan hendaknya ketua sekolah tinggi tersebut membenahi rumah tangga internal. Menurutnya sangat sia-sia bila ketua berkeinginan membenahi yang di luar, sedangkan di dalam rumah tangga sendiri tak bisa membenahi.

“Berangkat dari pemikiran yang sama dari mahasiswa yang curhat ke alumni, hal ini kita sampaikan dalam penyampaian aspirasi ini,” beber Budi Permana.

Hendrianto, dosen kampus tersebut turut mengungkapkan rasa keprihatinannya. Menurutnya, Ketua STISIP Yuppentek tidak harus bekerja dan memikirkan eksternal, tapi harus memaksimalkan manajemen internal.

Menanggapi curhatan tersebut, Ketua STISIP Yuppentek Bambang Kurniawan menjelaskan dirinya merasa bukan diktator. Ia juga mengaku tidak pernah memusuhi orang.

Mengenai sejumlah tuntutan mahasiswa, kata Bambang, pihaknya telah memenuhi sebagian tuntutan dimaksud.

Soal tuntutan yang digaungkan Kucai dalam curhatan tersebut, yakni turunkan Ketua STISIP Yuppentek, menurut Bambang menurunkan itu harus ada aturannya.

“Menurunkan seseorang itu ada aturannya,” tegas Ketua STISIP Yuppentek Bambang Kurniawan.

Dalam kesempatan itu Bambang Kurniawan juga memaparkan capaian kinerja positif dirinya dalam memimpin sekolah tinggi tersebut.

Bambang juga menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik. Jadi, kata dia, hal yang lumrah bila berpolitik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here