KONI Kota Serang Dituding Lakukan Pemotongan Honor dan Uang Pembinaan

0
59 views

BANTENKINI.COM, SERANG– Klarifikasi dari wakil Ketua KONI Kota Serang periode 2014 – 2018, DN Hamzah terkait bantahan atas tudingan pemotongan anggaran uang pembinaan atlet dan pengurus KONI disebut tidak nyambung.

Pasalnya, saat menggelar konferensi pers Jumat 26/7 kemarin, DN Hamzah tidak menjelaskan secara lugas saat menerangkan ihwal adanya tudingan pemotongan anggaran itu.

DN Hamzah hanya mengatakan bahwa pada setiap kali digelar rapat tahunan, tidak pernah ada yang mengajukan keberatan, baik dari pihak Pengcabor maupun pengurus KONI.

“Gak nyambung jawaban nya, permasalahan yang harus diklarifikasi kan soal pemotongan, tapi malah dijawab dengan temuan BPK dan LPJ, itu tiga hal yang berbeda jauh,” kata Ketua Pengcab Indonesia Woodball Asociation (IWbA) KONI Kota Serang, Tigar kepada wartawan, Minggu (28/7).

Tigar pun mengaku heran, pasalnya yang memberikan klarifikasi bukan orang yang tertuding, yakni Plt ketua KONI Deni Arisandi, melainkan DN Hamzah yang posisi saat ini sebagai formatur.

“Kenapa bukan pak Deninya langsung atau sekretaris atau bendaharanya yang memberikan klarifikasi. Pak Hamzah sebagai apa, kok bisa memberikan klarifikasi,” tandasnya.

Sebelumnya, ketua Cabang Olahraga Karate, Joe Manalu mengatakan, KONI Kota Serang menurutnya masih melakukan tradisi pemotongan anggaran pembinaan dan honor pengurus. Hal itu berlangsung selama KONI di bawah kepemimpinan Deni Arisandi. Pemotongan itu kata dia, berlaku bagi anggota pengcab dan pengurus KONI.

“Saya sebagai pengurus keberatan, karena terlalu besar yang diminta oleh Plt Ketua Koni Kota Serang. Apalagi honor saya dipotong sampai 40 persen dari setiap penerimaan, dan anggaran pembinaan atlet karate yang dicairkan masih diminta sebesar 30 persen dari setiap pencairan,” pungkasnya.

Diketahui pemotongan pembinaan atlet dimulai tahun 2015 dengan rincian. Pada waktu tahun 2015 menerima Rp 40 Juta dipotong sebesar Rp 15 Juta.

Tahun 2016 Rp 120 juta dikembalikan sebesar Rp 40 juta.
Tahun 2017 Rp 80 Juta dikembalikan Rp 25 Juta dan tahun
2018 Rp 15 juta tanpa potongan.

Sementara itu untuk honor pengurus KONI ditanda tangan Rp 2.300.000 per bulan Namun diterima Rp 1.1000.000 dan transportasi ditanda tangan Rp 900.000 diterima Rp 330.000. (Kie/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here