Ketika Online Menjadi Gaya Hidup

0
7 views

Oleh: Riyanto

Globalisasi disatu sisi merupakan sebuah loncatan di bidang teknologi dan komunikasi, tetapi di sisi yang lain merupakan sebuah ancaman yang harus disikapi agar ancaman itu tidak menyeret ke dalam jurang yang lebih dalam terhadap aspek – aspek kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Globalisasi menjadikan dunia yang begitu besar, hanya menjadi sebuah perkampungan yang kecil, sebagian mengatakan bahwa dunia semakin rata dan setiap orang dapat mengakses apapun dan dari manapun, serta ada yang berpendapat bahwa World without secrets. Hal ini lantaran kehadiran media baru yang lebih dikenal dengan media sosial, merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya tenologi informasi dan komunikasi.

Sudah pasti teknologi informasi dan komunikasi itu merupakan usaha manusia untuk membantu sesama manusia agar hidup menjadi mudah dan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, dapat dimanfaatkan sebesar – besarnya untuk kemanusiaan, dengan tujuan akhir agar manusia dapat mencapai tingkat kesejahteraan.

Sungguhpun ada sebagian kelompok yang mengatakan bahwa teknologi itu seperti pisau yang tajam, tergantung bagaimana kita akan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari – hari, kalau pisau itu digunakan untuk hal – hal yang bertentangan dengan kemanusiaan, maka teknologi itu akan dicap sebagai hal yang merugikan manusia, namun bila pisau itu digunakan untuk hal – hal yang dapat menolong dan memudahkan suatu kegiatan, tentunya teknologi tersebut bermanfaat bagi umat. Jadi teknologi bisa menjadi obyek atau subyek, tergantung bagaimana cara menempatkan teknologi tersebut.

Kemajuan teknologi dapat menjadi manusia terlena keberhasilannya dalam mengkreasi teknologi sehingga digunakan oleh ribuan bahkan jutaan manusia di muka bumi ini, sehingga ketika ada kehadiran baru yang lebih maju, di tengah – tengah kehidupan, muncul berbagai opini baik yang setuju maupun yang anti dengan kehadiran baru itu.

Seperti media sosial yang sudah akrab ditengah kehidupan manusia, dari mulai usia anak – anak sampai dewasa dan bahkan yang tua sekalipun, setiap bangun tidur terkadang yang pertama kali dicari adalah handphone (HP) sebagai sarana bermedia sosial, sungguhpun hanya sekedar melihat informasi – informasi yang disuguhkan oleh teman atau anggota group dalam komunitas media sosial.

Memang kehadiran media sosial ini yang membuat manusia menjadi lebih mudah dalam mengakses dan memperoleh informasi – informasi dari berbagai aspek kehidupan manusia sehingga membuat perubahan – perubahan perilaku dan kebiasaan yang dipengaruhi oleh kondisi perkembangan media sosial itu. Pada titik inilah manusia tidak dapat menawar atau memberikan alasan – alasan yang dapat di terima oleh akal secara logis.

Manusia tidak mampu bertahan menerima terpaan perubahan yang sedemikian drastis ini, bayangkan saja, sekiranya pada eranya Hand phone Blackberry tidak ada upaya move on apa yang terjadi? sekiranya akan dapat bertahan apakah masih ada spare part-nya? Tentunya akan menjadi aneh.

Digitalisasi telah terjadi di segala aspek, baik di bidang ekonomi, aspek sosial dan budaya. Bidang ekonomi telah banyak perubahan – perubahan tata cara dalam pembayaran perdagangan maupun transaksi keuangan seperti : e-money, e-commerce, e-government, e – toll, e – ticket dan lain – lain. Cara transaksi yang demikian itulah merupakan perubahan – perubahan dalam bertransaksi.

Di bidang media sosial sosial dan perubahannya bisa ditemukan e-community – service, e – registration, e – library, e – learning demikian perubahan – perubahan bidang politik seperti penggalangan opini, pertemuan atau reuni dengan teman – teman dan keluarganya, bahkan untuk berjualanpun sudah sangat umum dengan sistem online.

Digital Habit telah mengubah kebiasaan sehari – hari yang selalu terhubunga secara online dengan gadget, yaitu HP, laptop, computer atau tablet, mulai saat bangun tidur sampai menjelang tidur. Siklus ini berjalan terus menerus dan intensinya semakin tinggi, yang menjadikan masyarakat Indonesia terhubung secara global menjadi bagian dari digital populasi dunia yang hampir mencapai setengah dari penduduk dunia.

Dengan jaringan yang saling terhubunga sehingga memudahkan semua aktivitas manusia menjadi mudah baik yang berkaitan dengan pribadi, sosial maupun dalam bidang bisnis hampir semuanya sudah terhubung secara online, sehingga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini dibuktikan dengan adanya chatting, membuka sosial media menonton video ataupun sekedar mendengarkan musik yang cenderung online. Dengan digital tentu saja semua akan menjadi mudah.

Tentu saja dalam menggunakan media digital yang terhubung secara online mengharuskan konsumen untuk dapat memilih media yang dapat menjadikan semua aktivitas itu menjadi lebih cepat, efisien dan murah yang umumnya diinginkan oleh generasi millennials, sungguhpun tidak semua generasi lama yang membuat kesimpulan data dengan cara membandingkan data secara manual. Memang dalam era millennial ini segala aspek terhubungan dengan big data sehingga dapat membuat kesimpulan secara cepat dan tepat.

Pada kondisi seperti saat ini masih terdapat beberapa layanan online yang masih diketgorikan product – base, seperti WhatsApp, Twitter, Slide share, You tube, Skype, Word-press, My Space, E bay, Email, Easy talk, Mail chimp, Dropbox dan lain – lain yang bisa jadi akan ditinggalkan oleh para penggunanya jika tidak berbenah diri untuk menjawab persaiangan dan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena tuntutan ke depan adalah menuju persaingan yang real time. Sungguhpun saat ini hampir semua produk memiliki cara untuk mengklaim bahwa produk tersebut merupakan produk yang baik dan memiliki nilai tambah.

Memang di masa lalu para pelaku bisnis bersaing dengan menggunakan produk – produk terbaiknya dengan bersifat product – base, kemudian bergeser kepada digital transformation namun hari ini persaingan berpindah kepada layanan online yang terbaik dan bersifat platform – base. Dengan demikian hanya perusahaan yang memiliki platform online terlengkap yang mampu menjawab tantangan – tantangan itu. Sehingga dengan platform yang lengkap semua komunikasi bisnis dan komunikasi – komunikasi lainnya akan lebih mudah dan bahkan bersifat realtime.

Banyak perusahaan – perusahaan di muka dunia ini seperti Tesla Motor, Amazon, Google, Gojek, Apple, Microsoft, Traveloka, Uber, Lazada dan lain – lainya, yang dulunya berawal dari layanan produk, tetapi kini telah berubah menjadi perusahaan raksasa penyedia platform serba bisa sehingga memudahkan dalam memasarkan produk – produknya sampai kepada konsumen secara online, sehingga memudahkan bagi para konsumen untuk menggunakan produk yang ditawarkannya.

Dosen Stikom InterStudi, Jl Wijaya II/62 Kebayoran Baru, Jakarta.

e-mail: riyantocawas67@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here