Karutan Rangkasbitung Motivasi Santri Ponpes La Tansa II

0
8 views

BANTENKINI.COM, RANGKASBITUNG – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung berkesempatan mengisi kegiatan Motivator di Pondok La Tansa II Rangkasbitung, Lebak, Banten. Selasa (16/07)

Kegiatan tersebut sejalan dengan program yang dicanangkan yaitu Prison Goes to School, program yang memberikan edukasi dan motivasi bagi generasi muda.

“Kami mendapatkan undangan dari pimpinan ponpes La Tansa agar dapat memberikan motivasi kepada ratusan santriwan dan santriwati, dan Alhamdulillah kami bisa berbagi, memberikan sedikit edukasi dan motivasi serta pengalaman kepada santri di sini,” ujar Aliandra, pria yang pernah menjabat Kepala Sub Bagian Protokol dan Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan

Aliandra juga memaparkan beberapa point penting terkait kunci  sukses hidup di pondok pesantren.

“Bahwa anggapan santri harus menjadi kiyai atau selamanya di pondok tidak relevan lagi. Saat ini yang terpenting adalah kita bisa mengamalkan ilmu yang diberikan oleh para pengajar di sini dalam kehidupan sehari-hari. Berusaha lah dengan Giat, tekun belajar, selalu berdoa dan taat kepada Allah SWT dan serta orang tua, insyallah kita akan menjadi orang yang berguna bagi orang lain, apapun posisinya,” pesan Aliandra, yang pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Daar El-Qolam

“Saya sendiri merupakan bagian dari ponpes Latansa, bisa di pemerintahan dengan mengamalkan ilmu dan mengimpelemntasikan nilai-nilai pondok pesantren, kami bisa merasakan keliling beberapa Negara, semoga para santri bisa terpacu semangatnya agar bermanfaat bagi bangsa dan Negara, pokoknya pergaulan yang sudah baik dipelihara dan jauhi yang melanggar aturan serta pergaulan yang tidak baik, sukses itu anda yang pilih bukan orang lain, syukuri apa yang ada,” tambah Aliandra

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Karutan Rangkasbitung, santri bernama Akbar menyatakan bahwa ia amat senang dan merasa termotivasi melihat sosok Karutan Rangkasbitung

“Kami jadi terbuka, bahwa bermanfaat tidak harus jadi ustad atau tetap di pondok, bisa berguna bagi sesama dan lingkungan apapun posisinya sehingga kami termotivasi untuk mewujudkan cita-cita kami, saya setuju kuncinya giat dan berdoa, semoga kami bisa mengikuti jejak almamater yang sudah bisa mengharumkan nama ponpes ini,” tutur Akbar sapaan akrabnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here