Hari AIDS Dunia, Napi Rutan Rangkasbitung Ikuti Tes Kesehatan

0
7 views

BANTENKINI.COM, RANGKASBITUNG – Dalam rangka memperingati Hari Aids sedunia, sebanyak 50 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung mengikuti kegiatan Voluntary Conseling Test (VCT) di Ruang Aula Pembinaan, Rutan Rangkasbitung. Rabu (04/12)

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan Puskesmas Rangkasbitung untuk memberikan layanan kesehatan guna memastikan kesehatan seluruh WBP dan mencegah terjadinya penyebaran HIV/AIDS di rutan, serta memberi pengetahuan tentang manfaat diselenggarakannya VCT.

Dokter Rutan Rangkasbitung, dr. Nurcholida menyampaikan WBP terlebih dahulu diberikan sosialisasi mengenai HIV/AIDS dan VCT sebelum dilakukan tes VCT.

“Jadi langkahnya kita berikan sosialisasi dulu, selanjutnya dilakukan pra konseling, WBP melakukan face to face diwawancara history kehidupan dan kesehatanya. selanjutnya dilakukan pengambilan sampel darah untuk tes HIV/AIDS. Hasilnya bisa diketahui langsung jika ada WBP yang positif, maka akan diadakan pasca konseling, namun tadi Alhamdulillah seluruhnya hasilnya negatif,” terang dr. Ida sapaan akrabnya.

Dokter rutan ini juga mengapresiasi sinergitas tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupten Lebak dan Puskesmas Rangkasbitung untuk melaksanakan kegiatan VCT dan memberikan layanan kesehatan gratis bagi WBP di Rutan Rangkasbitung.

Hal yang sama disampaikan dokter Puskesmas Rangkasbitung, dr. Maya merasa senang telah memberikan layanan kesehatan VCT di Rutan Rangkasbitung.

“Sinergitas ini tentu sangat baik yah, kita memiliki program yang sama, yaitu memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat dan WBP Rutan adalah masyarakat yang juga harus mendapat pelayanan, terlebih lagi kegiatan VCT mobile ini tepat dilakukan karena berbagai kasus yang dihadapi jadi sangat rentan/ beresiko tinggi terjangkit, jadi sebelum terjangkit kita lakukan pencegahan dini dan pengawasan. VCT Mobile memberikan banyak manfaat seperti sebagai informasi kesehatan diri, mencegah penyebaran HIV/AIDS, dan menurunkan angka kesakitan HIV/AIDS melalui pelayanan konseling sehingga WBP dapat mudah mencegah dari penularan HIV/AIDS. Semoga WBP di sini seluruhnya selalu menjaga kesehatannya,” pesan dr. Maya

Salah seorang WBP, sebut saja RHD, mengaku nervous awal mengikutinya, namun ia senang bisa mendapatkan penyuluhan HIV/AIDS sehingga bisa lebih mengetahui, dan menjadi mawas diri terhadap penyakit mematikan tersebut

“Semoga kami bisa terus menjaga kesehatan,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here