Hanya Terdampak Gempa, Pantai Pasir Putih Anyer Sepi Pengunjung

0
76 views
Sejumlah petugas sedang berada di loksi pantai florida Anyer. Minggu (3/11) sekira pukul 16.00 WIB

SERANG – Objek wisata pantai florida pasir putih anyer yang luasnya mencapai 14 hektare berada di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Provinsi Banten sepi pengunjung. Padahal biasanya setiap kali hari libur objek wisata tersebut kerap dipadati wisatawan lokal maupun luar daerah. Beberapa pengelola dan pedagang merasa bingung, sebab biasanya setiap akhir pekan banyak yang datang.

Pantauan Reporter BantenKini Minggu 3 November 2019, terlihat hanya sejumlah anak kecil yang ditemani orang tuanya sambil duduk di atas banana boat. Sementara pengunjung lain sedang asik berenang menikmati wisata pantai di waktu sore menjelang terbenamnya matahari. Mayoritas pengunjung yang datang saat itu juga masih didominasi oleh wisatawan lokal. Bayak warung-warung makan dan kopi masih terlihat sepi dan sedikit dari mereka yang didatangi pengunjung.

Mobil dan motor yang datang berkunjung ke pantai juga tak begitu ramai. Sementara para wisatawan yang datang juga masih terlihat oleh kedua mata dan dapat dihitung oleh jari. Sementara juru parkir terlihat yang berada diokasi pantai tak sibuk dalam mematau motor dan mobil yang sedang diparkirnya. Suara periwit dari petugas yang berjaga di pos juga tak banyak didengar. Mereka malah lebih asik becanda gurau sambil menikamti kopi di sore hari dengan suasana angin pantai yang berhembus kencang.

Anton (24) tahun, salah satu pengunjung yang berasal dari Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang mengatakan bahwa suasana akhir pekan kali ini tak seperti hari libur sebelum terjadinya tsunami yang pernah terjadi di Banten. Kebanyakan yang datang menikmati destinasi wisata pantai di anyer dan cinangka masih didominasi oleh masyarakat di Serang. Kondisi ini mungkin terjadi akibat dampak dari gempa yang pernah terjadi di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. 

Perlu diketahui, untuk koordinat gempanya pada saat itu berada di 7,54 LS dan 104,58 BT. Tak hanya itu, sepi pengunjung di hari libur juga terjadi akibat dipengaruhi oleh pernyataan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang telah menganjurkan  masyarakat di Wilayah pesisir pantai agar segera mengevakuasi diri dan keluarganya ke lokasi yang lebih tinggi.

“Padahal sebelum terjadi tsunami dan gempa di tahun 2018 lalu setiap kali tanggal merah atau libur di hari besar, wisatawan dari luar daerah banyak yang datang untuk menikmati indahnya destiasi Pantai Florida,”ungkapnya.

Rohadi bercerita, agar pengelola rajin pantai agar mengkampanyekan kondisi objek wisata yang ada di Anyer lewat media-media sosial bahwa sudah aman untuk dikunjungi. Sehingga mereka yang dulunya sering berkunjung ke sini bisa kembali datang. Tak hanya itu, pihak pengelola juga seharusnya bisa menambah fasilitas lain selain pemandangan pantai agar bisa dijadikan untuk spot foto-foto bagi pengunjung.

“Sebenarnya untuk harga tiket masuk dan parkir kendaraan motor 25 ribu masih standart gak mahal, Tapi mungkin dari promosinya lagi kurang begitu masif dan gencar.”ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Rizky (28) tahun, pengunjung dari Jakarta. Dia mengaku datang ke Pantai Florida Pasir Putih Anyer karena untuk menikmati keindahanya alamnya dengan suasana di sore hari. Menurut Rizky seharusnya pengelola bisa memberikan update terbaru kepada masyarakat terkait kondisi pantai pasir putih. Padahal sebentar lagi akan memasuki hari libur panjang.

“Tadi pada saat berenang, masih ada sedikit sampah, mungkin masukan bisa dibersihkan kembali agar pada saat pengunjung berenang tak merasakan perih. Sementara agar ini ramai kembali, usulnya coba lewat media sosial di Infokan terkait pantai ini agar pesanya bisa tersampaikan. Kalau dari mulut ke mulut informasi mengenai pantai ini mungkin gak sampai,”katanya.

Menurunnya jumlah pengunjung di pantai pasir putih florida anyer diakui oleh Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Serang Dede Sulaiman, menurutnya kondisi pengunjung yang masih sepi itu terjadi karena mereka masih terpengaruh dari gempa yang terjadi Agustus kemarin di Sumur, Pandeglang. Padahal yang sebenarnya untuk pantai anyer sendiri tak terkena tsunami hanya terkena dampaknya.  

“Dulu pengunjung pada saat hari libur di pantai florida perhari bisa sampai lima ribu perhari, sementara untuk hari libur besar seperti idul fitri dan natal itu voluminya bisa sampai delapan ribu. Sedangkan untuk libur biasa seperti sekarang paling hanya lima ratus ribu atau seribu.”ucapnya.

Dirinya juga berharap kepada media-media lokal yang ada di Banten agar tak langsung memberikan informasi kepada masyarakat seandainya potensi bencana itu kecil agar mempertimbangkan pelaku usaha wisata. Tapi menurut Dede kalau seandainya informasi itu berpotensinya tinggi bahkan bisa menimbulkan tsunami dan membahayakan masyarakat atau wisatawan itu wajib di sampaikan.

“Kalau memberikan informasi harus dilihat masyarakat pelaku usaha wisata di sini, karena kita, padahal setelah tsunami kondisi pantai sudah normal dan jangan dibuat isu yang memang bisa merugikan penggiat usaha di sini karena mayoritas penghasilannya utamanya dari berjualan.”terangnya.

Dijelaskan Dede, saat ini pengunjung Pantai Anyer menurun drastis terutama di wisata Florida. Saat ini, dirinya bersama pengurus pantai juga akan coba memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung. Pihaknya selalu melakukan pembersihan sampah yang ada di area pantai, bahkan dari pengelola sendiri telah menyiapkan tempat sampah di area pantai. 

“Semoga objek wisata Pantai di Anyer bisa kembali ramai dikunjungi oleh wisatawan untuk mengisi hari libur, dengan begitu masyarakat sekitar bisa memperoleh keuntungan dari kunjungan tersebut,”harapan Dede.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Destinasi Sarana Usaha Parawisata (Disparpora) Kabupaten Serang Winarni mengatakan, saat ini Disporapar bersama Pemerintah Kabupaten Serang sedang berupaya melakukan kegiatan-kegiatan di Pantai-pantai yang ada di Serang. Tujuannya agar wisata tersebut bisa ramai dikunjungi kembali oleh wisatawan dari lokal dan luar daerah.

“Dari Disporapar bersama pemkab sendiri sudah berupaya untuk mengajak kembali kepada masyarakat agar bisa datang ke pantai lewat berbagai even mulai dari MTQ, Kegiatan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF), kegiatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan lain-lain. Selain itu juga dari pihak Kementrian dari awal kejadian tsunami sampai beberapa waktu mereka terus berupaya membangkitkan wisatawan di anyer dan cinangka dengan berbagai kegiatan.”kata Winarni kepada BantenKini lewat telepon selulernya, Minggu (3/11) sekira pukul 20.00 WIB.

Winarni juga mengajak seluruh penggerak dan pelaku usaha di sektor wisata di Kabupaten Serang terutama di anyer agar tetap menjaga keindahan wisata alamnya. Dia juga menyarankan agar pelaku usaha lebih atif dalam menawarkan hal-hal yang baruuntuk membuat daya tarik wisatawan.”Banyak hal yang dicari wisatawan, mulai dari pantai yang bagus dan indah, wisata alam yang menakjubkan, wisata yang punya sejarah, wisata religi, edukasi wisata dan lain-lain tergantung selera pengunjung.”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here