Beda Dengan BPOM, Politisi NasDem Sebut Obat Herbal Covid-19 Berkhasiat

0
5 views

Bantenkini.com Jakarta – Politisi Senior Patrice Rio Capella menyesalkan sikap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang kekinian menghentikan pendistribusian obat alternatif untuk penderita gejala Covid-19. Salah satunya ialah Obat Lianhua Qingwen Capsules.

Penyesalannya itu bukan tanpa alasan, Rio menjadi saksi khasiat obat Lianhua Qingwen Capsules untuk menjadi alternatif jawaban kegelisahan masyarakat dengan merebak virus Covid-19.

Diceritakan, jika anaknya berumur 20 tahun menderita gejala yang mirip dengan Covid-19. Khawatir lebih parah, Rio memberikan obat herbal tersebut kepada anaknya dengan sesuai takaran dosis hingga kemudian sembuh.

“Ketika anak saya batuk kering dan demam seperti mirip gejala Covid, saya langsung beli obat itu di mangga dua jakarta dan langsung sembuh,” ujar Rio kepada wartawan melalui telpon seluler, Kamis (8/7/2021).

Rio mengatakan sikap BPOM dengan menghentikan peredaran obat jenis herbal itu menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, obat tersebut sudah memiliki izin dengan nomor POM TI 144 348 471.

“Ini sebuah langkah yang berlebihan, apalagi BPOM menyetop import, saya belum melihat suratnya baru membaca dari media kalau obat ini mengandung bahan unsur berbahaya,” kata ex Sekertaris Jenderal Partai Nasdem ini.

Dalam kondisi darurat kesehatan seperti saat ini, Rio katakan bahwa bisa terjadi langkah diskresi dari pemerintah seperti tempat ibadah, sekolah bahkan perkantoran yang ditutup sementara bermanfaat untuk menghindari penyebaran virus.

Namun, ia menilai pola berfikir Badan POM itu menganggap keadaan masih normal. Padahal, Rio beberkan situasi sedang darurat kesehatan hingga puluhan ribu orang terpapar Covid-19 rata-rata perhari.

Menurut Rio, seharusnya Badan POM juga mengambil langkah yang memang bersifat kedaruratan. Sebagaimana, obat Linhua memberikan bukti banyak manfaat untuk masyarakat.

“Kalau memang ada masalah harusnya diberitahukan, kayak jangan terlalu sering diatur waktu konsumi obatnya. Harus ada jalan keluar jangan sampai langsung menyetop begitu,” ungkap Rio.

“Saya tanya sama dia (BPOM), itu kenapa alkohol dan rokok yang dapat membahayakan kesehatan tubuh dengan jangka panjang, tapi masih bisa beredar sampai sekarang,” sambungnya.

Dengan begitu, Rio melontarkan tragedi masyarakat yang terpapar Covid-19 melakukan isolasi mandiri membuat pertarungan batin dibuat dua pilihan.

Rio katakan, apakah ingin mengonsumsi obat itu dengan dampak kerusakan tubuh jangka panjang atau berdiam saja isolasi mandiri dengan kerusakan tubuh jangka pendek selama dua minggu hingga menimbulkan kematian.

“Harusnya BPOM melihat realita. Jangan secara dadakan menyetop obat herbal ini, baiknya BPOM lakukan survei kematian orang yang terpapar Covid-19 tidak meminum obat Lianhua sama yang minum. Saya rasa yang tidak meminum obat apapun termasuk Lianhua akan mati lebih cepat,” kata Rio

Disisi lain, Rio menegaskan jika BPOM tidak mengubah langkah kenerja yang tepat dengan menyesuaikan situasi darurat kesehatan saat ini. Dirinya akan mengajukan gugatan Class Action kepada Badan POM.

“Kalau BPOM tidak sesuaikan situasi darurat kesehatan sifatnya menghambat masyarakat untuk mendapatkan obat yang dianggap bisa menyembuhkan mereka, dengan harapan hidup jauh lebih lama. Saya akan ambil langkah untuk gugat Class Action ke BPOM,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here