Azizah-Ruhamaben, Pilkada Sebagai Upaya Pemulihan Kesadaran Politik 

0
23 views

BANTENKINI.COM, TANGERANG SELATAN – Dalam setiap momen pertemuan dengan warga, semangat perubahan selalu didengungkan oleh pasangan calon Dr Hj Siti Nur Azizah dan Ir H Ruhamaben. Semangat ini pula yang kemudian dibawa oleh keduanya ke kantor KPU Kota Tangerang Selatan untuk mendaftarkan diri sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota hari ini, Sabtu 5 September 2020.

Bahkan secara kebetulan, pelaksanaan pendaftaran hari ini pun bertepatan dengan hari ulang tahun Siti Nur Azizah ke-48. ‘Ini juga yang membuat kami semua bersemangat hadir di KPU. Semoga saja ini bukan semata-mata kebetulan, tetapi juga pertanda baik adanya keberkahan untuk kami di pilkada ini,” kata Azizah.

Terkait dengan kontestasi pilkada ke depan, Siti Nur Azizah mengatakan, bagian terpenting dari proses pemenangan pilkada adalah bagaimana kita melakukan upaya pemulihan kesadaran politik warga agar kota Tangerang Selatan bisa menjadi lebih baik ke depan. Ini menjadi penting agar bangunan perubahan yang ditawarkan bisa dipahami masyarakat serta dapat terealisasi.

Ia menjelaskan, proses pemulihan kesadaran politik ini adalah soal bagaimana kita menempatkan setiap hal, khususnya demokrasi, sebagai garis perjuangan yang terus-menerus. “Ini sama artinya dengan upaya menyiasati serta mempertahankan keseimbangan antara kebebasan, persamaan, dan solidaritas dalam sebuah tata yang harmoni,” ujar putri Wakil Presiden RI ini.

Siti Nur Azizah juga menegaskan, demokratisasi harus diawali dari bawah dan menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung. Buat saya, ini sama artinya bahwa demokrasi harus ditempatkan lebih dari sekadar perangkat aturan dan prosedur konstitusional yang menentukan bagaimana suatu pemerintahan berfungsi.

“Melainkan sistem ini juga perlu didorong agar dapat bekerja untuk warga biasa (ordinary people). Di sinilah peran pemerintah daerah menjadi sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang-ruang demokratis bagi publik–yang dapat digunakan oleh tiap-tiap warga yang merdeka–untuk berpikir kritis tentang banyak hal,” jelas perempuan bergelar doktor ini.

Saya percaya, tambah Azizah, semakin baik penguasaan seseorang tentang demokrasi, maka semakin besar pula kemungkinan dia menciptakan akses pada partisipasi politik. “Saya bersama Pak Ruhama sudah sepakat bahwa seluruh aspek kehidupan dan pemerintahan di Kota Tangsel nanti, mulai dari program pemerintahan hingga legislasi yang disahkan, harus demi mencapai perluasan ruang-ruang kebebasan publik,” tandas Azizah pasti.

Ia menambahkan, itulah perubahan paling mendasar yang ditawarkan oleh pasangan Azizah-Ruhamaben agar apa yang menjadi target ke depan, Tangsel sebagai kota berkelas dunia, dapat tercapai.

Senada dengan pasangannya, Ruhamaben mengatakan bahwa dirinya pun sepakat bahwa segala bentuk kekuasaan politik memang mengharuskan adanya partisipasi: keterlibatan semua warga dengan mempertimbangkan preferensi-preferensi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Meski kita sadar, tiap orang bisa saja memiliki preferensi yang berbeda tentang prinsip apa yang dianggap paling utama, terutama bila menyangkut soal hajat hidup orang banyak,” kata Ruhamaben.

Namun secara umum, tambah dia, hal itu dapat diatasi dengan memahami prinsip-prinsip dasar demokrasi, seperti nilai-nilai kebebasan, persamaan, majority rule, pluralisme, toleransi, keadilan, hukum dan keteraturan, akuntabilitas publik, tranparansi, dan lain sebagainya.

“Saya percaya, kami bisa melakukannya untuk Tangsel. Untuk bu Azizah, selamat ulang tahun, semoga selalu diberkati nikmat kesehatan, umur panjang, serta kebahagiaan,” ujar Ruhamaben.***

 

• Ateng San | A Fadhil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here