Awak Media Dijegal Saat Konfirmasi Tewasnya Yusuf di Galian Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta

0
12 views

BANTENKINI.COM, TANGERANG – Sikap arogan dan bergaya layaknya seorang preman jalanan, dilakukan oleh Rofi, petugas proyek Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, saat dikonfirmasi perihal tewasnya Muhammad Yusuf (12 tahun) tenggelam di galian tanah yang sedianya akan dijadikan tandon proyek Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 19 Desember 2019.

Rofi mengaku bekerja di Bagian Humas di perusahaan Proyek Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta. Dalam menghadapi sejumlah awak media, sikap dan tindakan Rofi tidaklah harmonis, ia lebih mengedepankan cara-cara kasar dan beringas bergaya layaknya seorang preman jalanan.

“Gua tau, luh media semua orang tau, luh media, gua kagak takut, gua juga tau PWI mending buka baju saja, (sambil nepak-nepak pundak kepada wartawan), ayo luh mau apa, gua tidak takut kehilangan pekerjaan selaku di humas di perusahaan, mengenai luh salah alamat tidak ada urusanya sama humas,” ucap Rofi kepada awak media. Jum’at (20/12/2019)

“Luh belum tahu siapa gua, tanya saja di Rawa Bokor semua tau siapa gua, ayo gua tidak takut sama luh,” ucapnya seraya menunjuk-nunjuk awak media.

Dalam menjalankan tugas jurnalistik, sejumlah awak media sejatinya hanya ingin meminta tanggapan dan penjelasan kepada perusahaan PT Wika, selaku pemegang proyek Jalan Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta.

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara yang dituangkan dalam UU 40 Tahun 1999, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa.

Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun.

Perlu diketahui, Muhammad Yusuf, bocah berusia 12 tahun warga Kampung Kober RT. 04 RW. 01, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang tewas tenggelam di galian sedalam 3 meter di tandon proyek Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta.

Budi (30), saksi mata sekaligus yang mengevakuasi korban mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar jam setengah 10 siang. Korban, kata dia, diduga terpeleset saat berkeliling disekitar galian tersebut sedang bermain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here