Ananta Wahana Sebut Peran PT Waskita Karya Sangat Penting Mendorong Sektor UMKM Tumbuh Lebih Kuat

0
21 views
Ananta Wahana.
Kegiatan sosialisasi peran kemitraan UMKM dan BUMN.

TANGERANG, – Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana mengatakan bahwa peran PT Waskita Karya sangat penting dalam mendorong sektor UMKM tumbuh lebih kuat.

Menurut Ananta, sektor UMKM telah membuktikan ketahanannya saat periode panjang pandemi menghantam Indonesia.

Sehingga sektor usaha wong cilik itu menjadi bantalan ekonomi nasional lantaran kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61,07 persen atau senilai Rp8.574 triliun pada 2021.

“Sektor UMKM terbukti memiliki endurance sangat kuat. Sehingga ekonomi nasional tetap kokoh dari hantaman pandemi Covid-19 yang meluluhlantakan semua sendi kehidupan,” ungkap Ananta saat acara Sosialisasi Peran Kemitraan UMKM dan BUMN Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonnomi bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, bertempat di Sport Center Citra Raya, Tangerang, Banten, Minggu (20/11/2022).

Ananta Wahana.
Kegiatan sosialisasi peran kemitraan UMKM dan BUMN.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari pelaku UMKM, penggiat budaya, buruh, dan masyarakat miskin perkotaan.

Kendati demikian, menurut Legislator asal Banten itu, sektor UMKM harus menghadapi tantangan cukup berat, yaitu situasi ekonomi dunia tidak baik-baik saja pasca pandemi.

“Bahkan 2023 nanti diprediksi terjadi resesi global. Pangan dan energi dunia mengalami krisis, dipicu perang Rusia-Ukraina,” ujarnya.

Peran Penting PT Waskita Karya
Dalam menghadapi situasi ekonomi dunia yang tidak menentu ini, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu menilai peran PT Waskita Karya sangat penting terhadap pertumbuhan sektor UMKM.

Menurut dia, PT Waskita Karya merupakan BUMN yang fokus pada pembangunan infrastruktur. Waskita Karya memiliki visi menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

PT Waskita Karya juga memiliki misi antara lain meningkatkan kompetensi SDM berlandaskan nilai inti perusahaan AKHLAK.

Menghadirkan produk dan jasa berkualitas terbaik dengan teknologi terkini dan sistem terintegrasi. Memperkuat pengelolaan keuangan, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan.

Karena itu, Ananta menyebut peran penting PT Waskita Karya dalam mendukung UMKM baik dengan beragam program positif, maupun dalam memberikan akses kemudahan permodalan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan perusahaan pelat merah itu akan mampu mendorong pergerakan arus jasa dan barang antar wilayah. Sehingga wilayah sekitarnya juga dapat menerima manfaat akibat interaksi antar-daerah.

“Seperti PT Waskita Karya yang membangun Jalan Tol Trans Jawa (Jakarta – Surabaya) yaitu dapat memangkas waktu tempuh dari 20 jam menjadi 12 – 15 jam,” ujarnya.

Sedangkan manfaat Jalan Tol Trans Sumatera (Bakauheni – Palembang) yaitu dapat memangkas waktu tempuh dari 12 jam menjadi sekitar 6 jam.

“Waktu tempuh yang lebih singkat tersebut dapat menurunkan biaya pengiriman logistik khususnya biaya bahan bakar dan menjaga kualitas komoditas yang dikirim,” terangnya.

“Tentu sektor UMKM juga akan ikut menggeliat. Karena arus bahan baku dan distribusi produk UMKM menjadi lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Karang Tumaritis Institute, Abraham Garuda Laksono dalam materinya menyampaikan, bahwa keberpihakan kepada UMKM sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo yang selalu menekankan bahwa basis pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyatan.

“Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) juga menegaskan komitmen BUMN dalam mengedepankan UMKM mendapatkan porsi besar tanpa menafikan peran perusahaan-perusahaan besar yang menjadi pemain global,” ungkapnya.

Anak muda jebolan James Cook University Singapura itu juga menyampaikan, bahwa bentuk sinergitas BUMN dengan UMKM tidak hanya dalam bentuk permodalan.

“Tapi juga bimbingan, business matching, hingga sampai kolaborasi,” imbuhnya.

Abraham juga menjelaskan, bahwa Karang Tumaritis Institute yang didirikannya merupakan lembaga yang fokus pada penguatan UMKM melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.

“Kami juga mendirikan IKUP (Institute Kibar UMKM Pancasila) sebagai wadah pemberdayaan para pelaku UMKM. Sehingga mereka bisa lebih terarah dan maju dalam pengembangan usahanya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here