Alat Berat Parkir Sembarangan, Jalan Ciptayasa Pontang Macet

0
89 views

BANTENKINI.COM, SERANG – Telah terjadi kemacetan panjang di Jl.Ciptayasa tepatnya diperempatan Pontang, Kabupaten Serang, disebabkan adanya alat berat yang diturunkan dipinggir jalan.

Imron salah satu warga setempat mengatakan, alat berat tersebut diduga milik perusahaan yang akan melakukan normalisasi Sungai Ciujung Lama.

“Ada yang nurunin alat berat sembarangan dipinggir jalan sehingga terjadi kemacetan disini. Alat berat tersebut punya perusahaan yang mau melakukan normalisasi Sungai Ciujung,” ujarnya, Sabtu (7/9)

Akibat dari peristiwa tersebut, dikatakan Imron, kemacetan panjang pun tak terhindarkan. Bahkan, kemacetan itu mencapai kurang lebih 1Km dari semua arah.

“Macetnya panjang dari semua arah kurang lebih macetnya 1Km,” katanya.

Dirinya meminta kepada pemilik kendaraan alat berat untuk tidak parkir sembarangan dijalan tersebut. Karena, kata Imron, kemacetan panjang yang lama akan terus menerus.

“Tolong yang mempunyai kendaraan alat berat ini jangan parkir sembarangan dijalan. Akibat dari hal ini kan bakal terjadi kemacetan panjang yang lama secara terus menerus,” tutur Imron.

Lebih lanjut Imron berharap, warga setempat menginginkan pelaksanaan normalisasi Sungai Ciujung Lama sesuai dengan harapan masyarakat Serang Utara

“Agar supaya mereka selalu melihat segala dampak yang terjadi akibat adanya pelaksanaan normalisasi tersebut, di awal pelaksanaan nya saja sudah membuat masyarakat tidak nyaman dengan kemacetan dan ketidak nyamanan yang di lakukan, apalagi di kemudian hari pelaksanaan itu berjalan,” terangnya.

Menurutnya, masyarakat akan selalu mengawasi dan mengawal pembangunan normalisasi Sungai Ciujung Lama, sesuai dengan apa yang diharapankan masyarakat.

“Masyarakat akan selalu mengawasi dan mengawal pembangunan normalisasi Sungai Ciujung Lama tersebut, sampai dimana sesuai dengan apa yang di harapkan oleh masyarakat Serang Utara,” tandasnya.(Ron/Kie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here