Ade Jumaiyah Syafrudin, Berikan Bantuan dan Support Kepada Pengidap Penyakit HIV

0
5 views

BANTENKINI.COM, SERANG –
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang menghimbau kepada masyarakat Kota untuk tidak menjauhi penderita HIV/AIDS.

Demikian dikatakan oleh Ketua P2TP2A Kota Serang Ade Jumaiyah Syafrudin kepada wartawan usai mengunjungi salah satu warganya yang terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV), Kamis (3/10).

Berkunjungnya istri dari orang nomor satu di Kota Serang ini untuk memberikan suport serta memberikan bantuan uang kepada korban.

“Jika ada warga yang terkena AIDS/HIV jangan di jauhin, nanti minder dan stres, bukannya sembuh penyakitnya semakin parah. Jadi harus dikasih hiburan agar semangat hidup, saya aja tidak takut dengan korban, tadi saya aja salaman,” ucap Ade.

Sedangkan untuk keadaan korban yang terkena penyakit HIV itu, lanjut Ade, sudah sehat dan ada kemajuan. Menurut dia, yang awalnya kakinya tidak bisa bergerak, sekarang sudah bisa.

“Tadi ada bantuan sedikit dari pemerintahan berupa uang untuk membeli kursi roda karena saat ini sudah bisa duduk yang tadinya tidak bisa duduk. Sekarang korban ingin beli korsi roda. Makannya kita datang kesini untuk memberikan bantuan itu,” ujarnya.

Diketahui ratusan usia produktif di Kota Serang terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Dari data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Serang tercatat ada 128 penderita HIV dan 183 penderita AIDS tersebar di seluruh Kecamatan.

Pengelola Program KPA Kota Serang Ahmad Budiman mengatakan, untuk membantu dalam proses penyembuhan penderita HIV/AIDS pihaknya selalu memberikan pendampingan.

Di Provinsi Banten ini, khuussnya di Kota Serang, ada dua lembaga pendamping bagi yang terinfeksi HIV/AIDS satu dari yayasan Kotex Mandiri Jakarta satu lagi bentukan dari KPA Banten.

“Mereka itu yang yang mendampingi orang yang terinfeksi HIV/AIDS,” katanya kepada awak media di Kota Serang, Kamis (3/10).

Selain pendampingan dalam memberikan obat, para pendamping juga memberikan support baik kondisi psikologis maupun psikisnya. Selain itu ada juga ada pertemuan seminggu sekali bernama orda meeting.

“Dalam pengobatan kita juga berikan obat antiretroviral (ARV) untuk menahan virus, setelah minum obat itu banyak yang bertahan,” ujarnya.(Kie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here