Ade Hidayat Bicara Galian Pasir Ilegal di Lebak

0
7 views
Anggota DPRD Provinsi Banten dapil Lebak dari Partai Gerindra Ade Hidayat. Jumat 15 November 2019

Lebak – Maraknya galian penambangan Pasir di Kabupaten Lebak Banten yang menyebabkan pengguna Jalan Raya Provinsi Rangkasbitung Maja terjatuh. Hal itu mendapat sorotan dari Anggota DPRD Provinsi Banten dapil Lebak dari Partai Gerindra Ade Hidayat.

Menurut Ade penambangan Pasir illegal tak boleh dibiarkan karena menggangu keseahatan dan merusak jalan raya yang sudah dibeton. Masih kata Ade dirinya akan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi agar menertibkan penambang yang merusak lingkungan.

“Galian Pasir illegal sampai dibiarkan bekasnya karena menggangu pernapasan dari bekas percikan pasir basah yang tercecer di jalan, ini jelas harus ditindak.”tegasnya kepada BantenKini Jumat 15 Noember 2019 pukul 20.30 WIB.

Ditambahkan Ade bahwa dirinya juga meminta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Untuk menijau ulang ijin galian pasir di Lebak. Menurut Ade saat ini ijin pertambangan kewenanganya berada di Provinsi. “Kodisi basah saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau jelas mengganggu kesehatan. Kalau seandainya tak segera dihentikan ini jelas bisa merusak jalan beton yang dibangun dari pajak rakyat.”ujar Ade.

Sebelumnya banyak diberitakan di media warga di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Mereka mengeluh aktifitas penambangan galian pasir di dekat perkampungan. Pasalnya, pasir yang masih basah tercecer ke jalan raya, itu terjadi akibat dari aktifitas mobil truk tronton yang membawa pasir menggangu warga setempat dan pengguna jalan raya.

Edo salah satu warga di Desa Nameng mengaku sering tergelincir karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur. Menurutnya banyak perusahaan galian pasir di Desanya yang tak memiliki ijin. Bahkan dirinya pernah menanyakan surat ijin galian kepada salah satu pemilik perusahaan. Akan tetapi surat ijin galian tak ia dapatkan dari perusahaan.

“Seminggu yang lalu, saya jatuh dari motor akibat kondisi jalanan yang licin berdebu dan berlumpur dari bawaan mobil truk tronton milik perusahaan galian pasir. Saya coba beranikan diri menanyakan ijin galian, tapi perusahaan tak berani menunjukan surat-surat ijin galian.’’terangnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik galian pasir yang ada di Desa Nameng PT.Kartika Yudi saat dimintai tanggapannya. Dia mengelak bahwa kondisi jalan raya yang berdebu dan berlumpur bukan hanya dari mobil truk tronton milik perusahaannya yang sedag beroperasi di Desa Nameng. Menurunya banyak perusahaan di Desa Nameng yang memang masih beropersi melintasi jalan raya Rangkasbitung-Maja.

“Di Lebak rata-rata galian Pasir illegal, Silahkan cek pendapatan Daerah salah satunya pertambangan terbesar pemasukanya.”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here